Suatu logo sudah seharusnya tidak dibuat berdasarkan suatu tanda atau simbol. Banyak diantara logo yang paling sukses adalah mereka yang memakai logo berbasis tulisan (logotype) yang mudah diingat sekaligus indah yang menampilkan tipeface atau desain custom type. Logoyang hanya terdiri dari tanda atau simbol seringkali membutuhkan penginformasian yang lebih dan tidak jarang kehilangan fungsinya untuk membawa identitas suatu perusahaan gagal karena kurangnya pengakuan akan maksud diciptakannya.

Sering kali dalam setiap kondisi dan situasi untuk membranding sebuah tanda atau simbol menjadi sebuah identitas perusahaan ke dalam suatu bentuk logo membutuhkan publikasi dan hiring yang cukup besar sehingga ada pertimbangan masalah biaya dan waktu dalam mengedukasi auidience tentang identitas logo tersebut. Belum lagi kesulitan lainnya bahwa clipart, tanda, dan simbol sebenarnya sudah memiliki arti mereka masing-masih sehingga audience juga akan berpikiar demikian halnya, hal inilah yang menjadi dasar kenapa kita sudah tidak seharusnya membuat desain logo tanpa ditemani ketiga elemen tersebut.

Dibawah ini ada 30 contoh desain logo yang sukses dan inspiratif, semoga Anda menyukainya.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeAmazon

      Logotype dari amazon ini sangat mudah diingat, namun tidak kehilangan style desain yang menarik. Kesan yang ditimbulkan adalah profesional dan ramah. Dan lagi logo ini terlihat clean sehingga menjadikannya rujukan desain logo berdasar logotype nomor satu.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeFamilies

      Logotype yang unik dengan mngkustom huruf ILI menjadi mirip dengan bentuk orang, yaitu ayah, ibu dan anak, sangat mudah dipahami.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeAnt

      Logotype ant ini sekali lihat langsung paham.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeZIP

      Logotype ZIP ini sekali lagi saya tampilkan, cara menggabung I diantara hurf Z dan P membuatnya seperti resleting, arti dari zip itu sendiri.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeWachovia

      Logotype yang agak susah dibaca, namun menjadi salah satu keunikan dan kehandalannya. Loh? Audience akan curiga dan mencoba untuk mencari-cari apa tulisan tersebut, pesan untuk Watch -lihat.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeLoop

      Logotype penggabungan warna gradasi dan terlihat seperti pita, cukup unik.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeVolume Studios

      Logotype yang menarik, huruf L dibuat sedemikian rupa miris dengan spektrum suara.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeAvid

      Logotype yang tebal dan rounded ini dibuat untuk perusahaan jasa audio video.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeKilled

      Logotype yang sangat gampang dibaca sekaligus langsung dipahami, bahwa i yang tidur seperti orang mati -terbunuh.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeArtist United

      Logotype perkumpulan artis ini sangat mengesankan, huruf A dan U dijadikan satu mirip dengan pena yang merupakan alat penting dalam pekerjaan mereka.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeSnap

      Logotype dengan pesan yang sangat mudah dicerna.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeShift

      Logotype yang simple dengan mengangkat huruf I dan sekaligus digabung dengan huruf H menggunakan huruf besar.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeFuel

      Logotype untuk club olahraga fitnes ini memakai tulisan kustom selayaknya tali sepatu, hubungan relasi pesan dan makna yang kuat.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeReview Code

      Logotype yang satu ini sebenarnya biasa, namun menjadi luar biasa ketika Anda melihat garis akhir dari huruf W dan C dibuat menjadi layaknya bahasa kode, mungkin jika garis akhir pada huruf W dibuat menjadi tanda centang akan lebih kuat pesannya.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeBrand

      Logotype ini sedikit mirip dengan ambigram, cukup cerdik menggunakan huruf N yang dipangkas.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeHeight

      Logotype ini tidak hanya menarik namun pesan dan desain yang cerdas. Anda bisa melihat bahwa huruf H dibuat menggunakan ruang kosong untuk menciptakan hubungan koneksi dengan kata panjang -height.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeHalf

      Logotype ini perlu agak jeli untuk melihatnya. Tulisan yang dipotong pada tengah-tengahnya untuk menciptakan kesah hal -setengah. Meskipun huruf F tidak lagi terlihat, namun masih bisa terbaca dengan baik.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeCoffe

      Logotype yang merupakan salah satu dari favorit saya. Enak dilihat, apalagi diminum.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeTalkmore

      Logotype cerdas dan mengesankan. Menggunakan tanda baca menjadi huruf. Nice!

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeUp

      Logotype yang sangat progresif, saya suka.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeEXiT

      Logotype untuk mereka yang suka bingung cari pintu keluar, gampang dicerna dengan aksen huruf i sebagai simbol orang yang mau keluar.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeABC

      Logotype pertama saya lihat biasa saja, namun saking seringnya melihat menjadi ketagihan. Cermat menggunakan tipografi untuk membuat style yang indah.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeKNIFE

      Logotype knife ini adalah salah satu cara untuk mengkustom tipeface yang cukup berhasil. Desain logo yang tajam.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeDJ Loop

      Logotype mungkin akan susah jika dibuat dengan ukuran kecil. namun sejak dibuat dengan ukuran sedang menjadi baik-baik saja. Merupakan logo yang pintar, bersih, sederhana dan eye catching.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeLogotomy

      Logotype dengan tipeface tebal, tegas dan berani. Kustomisasi O memang bukan menjadi satu keunggulan, namun pemilihan tipefacenya.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeFoot

      Logotype yang wow. Sederhana, cerdas, dan tidak neko-neko.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeSummit

      Logotype summit menjadi menarik karena adanya kustomisasi huruf M dengan saling tergabung menjadikannya pesan rahasia yang mudah terbaca.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeRound 5

      Logotype ini juga sudah pernah saya tampilkan. Namun selelau saja jadi ingat dengan cara pembentukannya yang unik, cerdas dan mudah dibaca

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeBison

      Logotype ini juga sudah pernah saya tampilkan sebelumnya. Cara pembentukan huruf menjadi hewan adalah salah satu cara yang sulit-cukup satu kata ‘kreatif’.

    • 30 Desain Logo Sukses Berupa Tulisan LogotypeGoogle

      Logotype ini sangat mudah dibaca dan diingat. Apalagi pemilihat tipeface yang tepat sebagai pesan kecepatan akses mereka, menjadikannya logo nomor satu untuk masalah logotype.

Penggunaan tipografi menjadi begitu menentukan dalam dunia desain. Menurut Anda, manakah Logotype yang paling sukses membawakan pesan dari apa yang diharapakan tersampaikan oleh pemilik mereka? Saya tunggu jawaban Anda pada komentar.

Iklan

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Desain grafis merupakan cabang ilmu dari seni visual yang tidak bisa lepas dari ilmu psikologi. Peran psikologi dalam desain grafis meliputi bagaimana seseorang secara psikis merespon tampilan visual disekitarnya. Oleh karena itu, mempelajari teori psikologi sangat dianjurkan bagi desainer grafis untuk menciptakan tampilan visual yang cerdas dan efektif. Salah satu teori psikologi yang paling populer dan banyak digunakan dalam desain grafis adalah teori Gestalt.

Gestalt merupakan sebuah teori psikologi yang menyatakan bahwa seseorang akan cenderung mengelompokkan apa dia lihat disekitarnya menjadi suatu kesatuan utuh berdasarkan pola, hubungan, dan kemiripan. Teori ini dibangun oleh 3 ilmuwan asal Jerman yaitu: Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler.

Gestalt dalam Desain Grafis

Gestalt banyak digunakan dalam desain grafis karena menjelaskan bagaimana persepsi visual bisa terbentuk. Prinsip-prinsip Gestalt yang banyak diterapkan dalam desain grafis antara lain adalah proximity (kedekatan posisi), similarity (kesamaan bentuk), closure (penutupan bentuk), continuity (kesinambungan pola), dan figure Ground.

1. Proximity (kedekatan posisi)
Objek-objek yang berdekatan posisinya akan dikelompokkan sebagai suatu kesatuan.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Objek-objek pada logo unilever diatas dipersepsikan sebagai sebuah kelompok (huruf ‘U’) karena memiliki kedekatan posisi satu sama lain.

2. Similarity (kesamaan bentuk)
Objek-objek yang bentuk dan elemennya mirip akan dikelompokkan sebagai suatu kesatuan.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Tiga segitiga di bagian bawah logo diatas sejatinya adalah bagian dari ikon burung di logo tersebut. Namun karena memiliki kesamaan bentuk dengan segitiga lain, objek tersebut dipersepsikan sebagai bagian kelompok segitiga yang membentuk lingkaran.

3. Closure (penutupan bentuk)
Suatu objek akan dianggap utuh walaupun bentuknya tidak tertutup sepenuhnya.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Kita dapat mengenali bahwa ikon pada logo WWF adalah seekor panda. Padahal, gambar tersebut tidaklah lengkap atau belum tertutup sepenuhnya.

4. Continuity (kesinambungan pola)
Objek akan dipersepsikan sebagai suatu kelompok karena adanya kesinambungan pola.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Lingkaran-lingkaran diatas dipersepsikan sebagai suatu kelompok karena polanya berkesinambungan. Walaupun sebenarnya objek-objek tersebut terpisah satu sama lain.

5. Figure Ground
Sebuah objek bisa dilihat sebagai dua objek dengan permainan foreground dan background. Masing-masing bisa diidentifikasi sebagai objek tanpa harus membentuknya menjadi solid.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Gambar diatas ini adalah gambar sebuah objek. Namun dengan memanfaatkan teori figure ground, gambar mampu menampilkan 2 buah objek (objek guci dan siluet wajah)

Gestalt menjelaskan bagaimana secara psikologi seseorang mencerna apa yang dilihatnya. Dengan memahami prinsip kerja kecenderungan persepsi visual manusia melalui Gestalt, desainer dapat memahami bagaimana fungsi sampainya suatu pesan terhadap audiens.

Sebagai penyegaran ingatan, kita akan bahas sekilas mengenai tipografi dan nirmana dahulu. Tipografi adalah suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf font dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yg tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

Nirmana adalah Dibentuk dari dua kata yaitu nir berarti tidak, mana berarti makna, jika digabungkan berarti tidak bermakna atau tidak mempunyai makna. Jika di artikan lebih dalam nirmana berarti lambang-lambang bentuk tidak bermakna, dilihat sebagai kesatuan pola, warna, komposisi, irama, nada dalam desain. Bentuk yang dipelajari biasanya diawali dari bentuk dasar seperti kotak, segitiga, bulat yang sebelumnya tidak bermakna diracik sedemikian rupa menjadi mempunyai makna tertentu.

Dalam dua bidang keilmuan yang masuk dalam kecakapan desain ini dikenallah istilah redibilitas dan legibilitas.

Legibility adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh:

  1. Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan sebagainya.
  2. Penggunaan warna
  3. Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari

Dalam buku The Graphics of Communication, Francis Meynell, seperti dikutip oleh Ruari Maclean mengatakan tentang legibility sebagai berikut:

By legibility, I mean a proper observance in all infinite detail of that principle of order and conversion which is the basis of written communication. Printing is the vehicle, legibility is the well-greased bearinng that allow s the whells of sense to revolve without squelling.

Legibility adalah tampilan yang layak atau pantas dari dasar-dasar aturan dan kebiasaan dalam semua detil/rincian yang tak terbatas dan menjadi dasar komunikasi tertulis. Cetakan adalah kendaraan/sarana keterbacaan adalah peluru sendi yang dilumasi dengan baik sehingga memungkinkan roda-roda perasaan berputar tanpa berdecit.

Keterbacaan / readability adalah tingkat kenyamanan suatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh:

  1. Jenis huruf
  2. Ukuran
  3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya
  4. Kontras warna terhadap latar belakang

Desain Logo dengan Permainan Tipografi Desain Logo dengan Permainan Tipografi

Huruf dan tipografi merupakan soko guru tunggal yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Ingat tipografi juga masuk dalam ranah nirmana (baca lagi arti nirmana). Banyak orang sudah melek huruf, sudah pasti mengenal lambang bunyi tersebut. Mereka sudah pasti dapat mengeja, membaca, dan menuliskan lambang bunyi itu untuk berbagai kepentingan dan keperluannya masing-masing. Tetapi tidak sedikit yang buta tipografi. Mengapa demikian? Karena tipografi senantiasa terkait dengan tatasusun, tatakelola, dan tatapilih huruf untuk kepentingan komunikasi visual.

Sementara itu, perkawinan antara tipografi dengan nirmana merupakan sebuah perkawinan agung. Keduanya diyakini sebagai pasangan kinasih yang tidak bisa dipisahkan oleh ruang dan waktu. Dalam hubungannya dengan desain komunikasi visual, tipografi dan nirmana adalah elemen penting yang sangat diperlukan guna mendukung proses penyampaian pesan verbal maupun visual.

Meski nirmana dipahami sebagai sebuah bentuk yang tidak berbentuk. Dalam konteks desain komunikasi visual, nirmana memegang peranan penting perihal bagaimana menata dan menyusun elemen dasar desain komunikasi visual . Peranan penting lainnya, di dalam nirmana mensyaratkan tatasusun dan tatakelola unsur desain komunikasi visual dalam sebuah perencanaan komposisi yang serasi dan seimbang di dalam setiap bagiannya.

Huruf yang telah disusun secara tipografis dengan mengedepankan konsep harmonisasi nirmana merupakan elemen dasar dalam membentuk sebuah tampilan desain komunikasi visual. Keberadaannya diyakini mampu memberikan inspirasi untuk membuat suatu komposisi yang menarik, persuasif dan komunikatif.

Dengan demikian, keberadaan tipografi dalam rancangan karya desain komunikasi visual sangat penting. Sebab melalui perencanaan dan pemilihan tipografi dalam perspektif nirmana yang tepat baik untuk ukuran, warna, dan bentuk, diyakini mampu menguatkan isi pesan verbal dan pesan visual karya desain komunikasi visual tersebut.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka ketika desainer komunikasi visual mahir menguasai tipografi dan nirmana untuk dipergunakan menyampaikan informasi yang bersifat sosial ataupun komersial, maka sejatinya sang desainer tersebut mampu memposisikan dirinya menjadi kurir komunikasi (visual) yang bertanggung jawab kepada masyarakat luas yang dijadikan target sasaran.

Dengan menjadi kurir komunikasi yang baik – berkat pemilihan tipografi yang tepat dengan mengedepankan aspek readibilitas (dipengaruhi oleh ukuran huruf, jarak antarhuruf, dan jarak antarbaris yang terlalu dekat atau jauh) dan legibilitas (dipengaruhi oleh kerumitan desain huruf, penggunaan warna, tinta, dan kertas) yang akurat – maka masyarakat luas tidak akan terjebak pada perkara-perkara atau kasus-kasus mengarah pada belantara perbedaan persepsi yang akan menimbulkan bencana miscommunication!

Warna adalah elemen penting dalam grafis desain atau desain grafis. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya grafis desain atau desain grafis tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience.

Warna berpengaruh pada rasa dan estetika hingga merayap kedalam ungkapan perasaan mendalam hingga hampir semua ilmu yang dipelajari oleh manusia mengandung warna. Elemen warna dalam desain grafis mempunyai maknanya sendiri namun juga dipengaruhi oleh bidang keilmuan lainya dalam hal warna seperti bidang psikologi dan fengsui.

Sebagai bagian dari elemen tata rupa desain grafis, warna sangatlah penting memegang peranannya sebagai sarana untuk lebih mempertegas, memperkuat kesan/tujuan dari sebuah karya desain grafis. Disini saya akan memaparkan cara tercepat dalam memperoleh warna senada, harmoni dan tentunya meiliki estetika desain grafis yang sudah masuk dalam nirmana.

  1. Seperti biasanya, jika Anda telah menyiapkan tema design, kesan yang diinginkan dari analisa SWOT, AIDA, dan analisa lainnya seperti berkesan panas, dingin, klasik, modern, natural, warna-warni, childish atau yang lain tergantung kebutuhan.
  2. Cari ilustrasi atau foto desain yang sesuai dengan tema anda. Bisa hasil jepretan design foto atau foto design anda sendiri, atau free image disini.
    trik memilih warna untuk karya desain grafis menggunakan gambar panduan
  3. Ambil beberapa sample warna dari design foto atau foto design/ilustrasi yang anda pilih tadi.
    trik memilih warna untuk karya desain grafis menggunakan pantone image
  4. Susun desain foto dan foto desain anda menggunakan software desain yang anda miliki. Gimp, photoshop, atau software sejenis desain foto dan foto desain.
    trik memilih warna untuk karya desain grafis menggunakan pantone template
  5. Gunakan warna-warna tersebut untuk desain anda.
  6. Cari alternatif untuk komposisi warna dengan sample, atau bisa menggunakan color scheme.
    trik memilih warna untuk karya desain grafis pantone template
  7. Selamat mencoba.

Ketika anda merencanakan membuat brosur, corporate identity/identitas perusahaan, cd interaktif,company profile, poster, shooping bag, kartu ucapan, banner, kartu undangan, anda akan dihadapkan untuk memilih warna. Anda merancang sebuah brosur bertema laut/bahari tentu akan memilih warna yang sesuai dengan tema tersebut yaitu warna biru dan “turunannya/senada”. Seringkali dalam sebuah desain produk untuk perusahaan kita harus memasukkan warna identitas dari perusahaan atu produk tersebut. Cara ini dilakukan agar ada kesamaan pandangan dan kepahaman konsumennya.

Menggunakan warna dasar terlalu banyak akan membuat harmoni tidak tercapai, maksimal adalah lima warna untuk medium dan 3 untuk simple.

nirmana

Meski nirmana dipahami sebagai sebuah bentuk yang tidak berbentuk. Dalam konteks desain komunikasi visual, nirmana memegang peranan penting perihal bagaimana menata dan menyusun elemen dasar desain komunikasi visual . Peranan penting lainnya, di dalam nirmana mensyaratkan tatasusun dan tatakelola unsur desain komunikasi visualdalam sebuah perencanaan komposisi yang serasi dan seimbang di dalam setiap bagiannya.

Definisi nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. nirmana dapat diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang  mempunyai nilai keindahan. nirmana disebut juga ilmu tatarupa.

Arti nirmana :

Dibentuk dari dua kata yaitu nir berarti tidak, mana berarti makna, jika digabungkan berarti tidak bermakna atau tidak mempunyai makna. Jika di artikan lebih dalam nirmana berarti lambang-lambang bentuk tidak bermakna, dilihat sebagai kesatuan pola, warna, komposisi, irama, nada dalam desain. Bentuk yang dipelajari biasanya diawali dari bentuk dasar seperti kotak, segitiga, bulat yang sebelumnya tidak bermakna diracik sedemikian rupa menjadi mempunyai makna tertentu.

Jika kita telaah lebih jauh, nirmana mirip dengan Tipografi (ilmu huruf) yaitu tentang mengorganisasikan sesuatu untuk mencapai kualitas artistik pada sebuah karya seni atau desain. nirmana berbicara tentang harmoni, keselarasan soal rasa, dan impresi pada sebuah bentuk. nirmana tidak hanya mencakup 2 dan 3 dimensi saja melainkan menjelajah sebuah ruang yang disebut dengan ruang maya.

Ruang maya adalah ruang semu dimana kita bisa berhayal tentang sesuatu yang mebingungkan kita sendiri, dalam artian hayalan tentang sebuah kegilaan bentuk yang sulit kita torehkan dalam media 2 dimensi ( sering disebut dengan nirmana ruang datar / nirmana dwimatra) atau 3 dimensi (sering disebut dengan nirmana ruang / nirmana trimatra).

Pengaplikasian nirmana mutlak dilakukan dalam semua bidang seni rupa dan desain. Contohnya adalah fotografi, bidang seni ini mempunyai kemampuan melakukan eksekusi ini dengan sangat baik. Kapabilitas fotografi yang merekam obyek setepat-tepatnya dapat kita kacaukan dengan nirmana. Tentu kita sudah biasa jika melihat langit yang jauh yang berwarna biru dan pepohonan yang dekat dengan warna hijau. Namun dengan nirmana, langit dapat kita beri warna panas (orange/ kuning) untuk menciptakan kesan objek tersebut dekat dengan kita. Dan pohon dengan warna dingin (misal biru) untuk memberi kesan objek tersebut jauh dengan kita.

Hal ini dapat kita terima karena kita memandang dari nalar bentuk. Disinilah seni dan desain dapat dinilai atas dasar kualitas artistiknya, yaitu menilai segala sesuatunya dari sisi bentuk, bukan dari hal-hal di luar bentuk (Irama Visual, 2007, hal. 160).

Elemen – elemen seni rupa dapat dikelompokan menjadi 4 bagian berdasarkan bentuknya.

  • Titik, titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Raut titik yang paling umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah
  • Garis, garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna.
  • Bidang, bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas; mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis.
  • Gempal, gempal adalah bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman.

Komposisi dari bentuk-bentuk menjadi satu susunan yang baik. Ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk tersebut. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Perlu diketahui bahwa prinsip-prinsip ini bersifat subyektif terhadap penciptanya.

Dalam ilmu desain grafis, selain prinsip-prinsip diatas ada beberapa prinsip utama komunikasi visual dari sebuah karya desain.

  • Ruang Kosong
    (White Space)Ruang kosong dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam penempatannya pada sebuah bidang dan menjadikan sebuah obyek menjadi dominan. Ruang kosong penting dalam desain karena sering digunakan untuk berbagai tujuan. Misalnya untuk kejelasan pembacaan dan sekaligus memberikan kesan, seperti kesan profesinal dan sederhana.
    nirmana_ruang_kosong
  • Kejelasan (Clarity)
    Kejelasan atau clarity mempengaruhi penafsiran penonton akan sebuah karya. Bagaimana sebuah karya tersebut dapat mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu/ makna ganda.
    nirmana_jelas
  • Kesederhanaan
    (Simplicity)Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang. Kesederhanaan seing juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian kesederhanaan mendorong penikmat untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh.
    nirmana_sederhana
  • Emphasis
    (Point of Interest)Emphasis atau disebut juga pusat perhatian, merupakan pengembangan dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai nilai artistic.
    nirmana_emphassis

Prinsip – prinsip dasar seni rupa

  • Kesatuan (Unity)Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai
    .nirmana_kesatuan
  • Keseimbangan (Balance)
    Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita measa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua dayan yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.
    nirmana_seimbang
  • Proporsi (Proportion)
    Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.
    nirmana_proporsi
  • Irama (Rhythm)Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk – bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk – bentuk unsur rupa.
    nirmana_irama
  • Dominasi (Domination)Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan desain. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsure sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan. Biasanya ditengarahi dengan emphasis.
    nirmana_dominasi

Nirmana dan desain elementer sebenarnya merupakan perubahan nama semata tapi intisari dari nirmana dan desain elementer adalah sama yakni dasar-dasar seni rupa yaitu suatu hasil dari ekspresi diri atu angan-angan yang diaplikasikan kedalam media yang mempunyai nilai seni. Suatu pengorganisasian antara warna, garis, bentuk dan bidang lainnya yang penggabungannya bersifat harmonis dan selaras. Bisa dikatakan juga nirmana adalah dasar-dasar seni yang berupa merangkai bangun, mencampur warna , serta mengekspresikan angan-angannya dalam sebuah bidang. Pengaplikasian nirmana bisa beragam, mulai dari pencampuran warna, pembentukan bidang yang harmonis, penyusunannya dalam dwimatra maupun trimatra. Lingkup nirmana sendiri sangat sempit, elelemen-elemennyapun cuman dibagi menjadi empat golongan yaitu:

Desain Elementer dari nirmana

 

1. Titik. Adalah suatu bentuk terkecil yang tidak mempunyai ruang dan dimensi,

2. Garis. Adalah hasil goresan yang mempunyai volume (tebal/tipis),

3. Bidang. Adalah bentuk yang berbentu tipis yang mempunyai dimensi (panjang,lebar,dam luas) serta dibatasi oleh garis, dan

4. Gempal. Adalah bidang yang mempunyai ketebalan dan kedalaman.

Warna adalah suatu hasil dari sifat cahaya yang terpancar dan ditangkap oleh mata sebagai indera penglihat. Warna sendiri merupakan elemen seni rupa yang berfungsi sebagai senjata untuk memepertegas suatu karya seni. Selain berfungsi sebagai senjata untuk desain, warna juga mempunyai sifat yang menyolok untuk dipelajari. Karakteristik setiap warna berbeda, mereka mempunyai ekspresi dan impresi yang kuat baik secara toritis maupun psikologi bagi yang melihatnya. Suatu warna bisa memberikan kesan macho atau bisa juga memberikan kesan feminim. Hal tersebut bisa terjadi karena secara tidak langsung mereka (warna) berkomunikasi dengan kita melalui panca indera kita. Semisal contoh warna merah yang mempunyai sifat arogan, panas, macho. Beda halnya jika kita melihat merah muda atau lebih familiar disebut pink,didalam kasus ini pink mempunyai sifat yang sopan, nyaman, feminim. Dalam kasus tersebut kita sebagai manusia yang mempunyai panca indera merasa akan peka terhadap sesuatu yang berhubungan dengan warna.

*Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :

  1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
  2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
  3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.

Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.

Kesimpulan

Nirmana berarti kosong atau tidak ada apa-apa dan bisa juga berarti abstrak atau tidak bermakna. Kalimat tersebut merupakan sebuah ungkapan, bahwa pada awalnya, sebelum seseorang bertindak menciptakan sesuatu, masih belum ada apa-apa atau belum ada makna dari segala sesuatu. Hal tersebut kemudian di jadikan titik awal atau merupakan pelajaran yang harus dikuasai oleh seseorang yang ingin belajar tentang desain sebelum mulai berkarya. nirmana mengajarkan tentang unsur atau elemen yang ada pada suatu lukisan atau gambar serta estetika seni dalam mengorganisasi unsur atau elemen agar menjadi sebuah karya rupa yang bukan saja bagus, tetapi juga bermakna.

Dengan mempelajari nirmana, seseorang diharapkan akan memiliki pengertian, dapat mengasah ketrampilan, dan mempertajam kepekaan terhadap segala sesuatu yang menyangkut dunia desain. Bahkan tipografi juga akan dikembangkan dari nirmana. Oleh karena itu, nirmana wajib dipelajari dengan melakukan banyak latihan secara continyu untuk dapat menghayati seni rupa dan seni desain dengan baik. Bahkan mungkin di saat mempelajarinya akan terambah pula pula cabang seni yang lain. Di dalam nirmana, seseorang akan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan seni rupa dan desain melalui tahap-tahap yang sangat mendasar. Desain dikembangkan dari seni rupa. Sehingga yang dipelajari pada awalnya akan menyerupai.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Anda tentu masih ingat tujuan dari belajar Nirmana pada artikel sebelumnya? Ya,betul, untuk melatih ketrampilan teknis dan kepekaan estetik. Bohong, kalau seorang desainer grafis ga punya ketrampilan teknis dan kepekaan estetik. It’s bullshit! Mana ada ngaku-ngaku desainer apapun bidangnya, mau desain grafis, desain interior, desain otomotif, desain rumah, desain tekstil, dan desain-desain lainnya tapi tidak mempunyai ketrampilan teknis dan kepekaan estetik.

Kalau jaman belum digital seperti sekarang ini, ketrampilan teknis yang dilatih pada Nirmana adalah bagaimana menggunakan kuas, cat air, cat poster, pena, air brush, pen brush, dan alat melukis/menggambar lainnya. Tapi sejak era digital semakin mudah dan memasyarakat, maka penggunaan alat –alat tersebut semakin berkurang, malah cenderung banyak yang sudah meninggalkannya kecuali bagi para desainer/ilustrator yang kemampuan menggambarnya sangat khas sehingga tidak bisa digantikan oleh komputer. Dan memang hasil goresan tangan tetap tidak bisa tergantikan oleh alat apapun termasuk komputer.

Lain lagi dengan melatih kepekaan estetik, untuk yang satu ini perlu perjuangan panjang, alias ga ada matinya. Coba bayangin kita harus belajar dari dasar dulu seperti pada contoh-contoh pola dasar tata letak Nirmana seperti di bawah ini ya… :





Nah, itulah contoh tata letak dasar Nirmana. Bila kita serius menekuni proses belajar Nirmana ini, baik ketrampilan teknis maupun kepekaan estetik, ya cuma ketrampilan teknis dan kepekaan estetik, hmmm,…  langkah menjadi desainer grafis akan semakin terlihat… (tapi jangan senang dulu lho, ke dua hal tersebut tidak sedikit dan tidak mudah, tetap dibutuhkan ketekunan, kesabaran dan mau terus belajar, ini kuncinya)…

Mungkin secara awam, segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan visual akan dikatakan dengan desain grafis. Walaupun sebenarnya desain dan seni itu adalah dua hal yang berbeda pengertian. Artikel ini ditulis karena berangkat dari pemahaman yang keliru oleh sebagian orang mengenai pengertian desain grafis dan seni visual.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin

Desain Grafis sebagai seni terapan adalah bentuk seni yang penerapannya berlaku secara umum dalam bentuk komunikasi visual. Desain grafis adalah suatu teknik merancang tampilan grafis agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan target konsumen. Dalam hal ini, egoisme desainer harus dikesampingkan dan lebih mengedepankan fungsi dari desain grafis itu sendiri.

Hal itu lah yang membuat desain grafis berbeda dengan seni visual (visual art). Sebuah karya seni lebih bersifat ekspresif dan tidak punya tujuan secara umum. Seni bersifat individual dan berorientasi kepada ekspresi dan kepuasan dari pembuatnya (seniman). Sedangkan desain grafis berorientasi kepada kegunaan atau fungsinya. Desain grafis yang baik akan dilihat dari seberapa besar impact dari karya yang dihasilkannya.

Sebagai contoh, kita dapat membandingkan sebuah lukisan dengan sebuah poster. Lukisan tidak merayu siapapun untuk melakukan apapun. Lukisan hanya menggambarkan sesuatu yang bisa dinilai bebas dari berbagai sudut pandang. Namun berbeda dengan poster. Poster ditujukan untuk menyampaikan suatu pesan kepada massa. Dan tingkat keberhasilannya pun dilihat dari seberapa baik massa terpengaruh dengan poster tersebut.

Kesimpulannya, desain grafis dan seni murni adalah suatu hal yang berbeda. desain grafis adalah seni yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang banyak dalam bentuk tampilan visual. Sedang seni murni adalah ekspresi jiwa yang bersifat individual, subjektif, dan lebih ditujukan kepada kepuasan terhadap karya, bukan terhadap fungsi.