Archive for the ‘Warna Desain’ Category

Warna adalah elemen penting dalam grafis desain atau desain grafis. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya grafis desain atau desain grafis tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience.

Warna berpengaruh pada rasa dan estetika hingga merayap kedalam ungkapan perasaan mendalam hingga hampir semua ilmu yang dipelajari oleh manusia mengandung warna. Elemen warna dalam desain grafis mempunyai maknanya sendiri namun juga dipengaruhi oleh bidang keilmuan lainya dalam hal warna seperti bidang psikologi dan fengsui.

Sebagai bagian dari elemen tata rupa desain grafis, warna sangatlah penting memegang peranannya sebagai sarana untuk lebih mempertegas, memperkuat kesan/tujuan dari sebuah karya desain grafis. Disini saya akan memaparkan cara tercepat dalam memperoleh warna senada, harmoni dan tentunya meiliki estetika desain grafis yang sudah masuk dalam nirmana.

  1. Seperti biasanya, jika Anda telah menyiapkan tema design, kesan yang diinginkan dari analisa SWOT, AIDA, dan analisa lainnya seperti berkesan panas, dingin, klasik, modern, natural, warna-warni, childish atau yang lain tergantung kebutuhan.
  2. Cari ilustrasi atau foto desain yang sesuai dengan tema anda. Bisa hasil jepretan design foto atau foto design anda sendiri, atau free image disini.
    trik memilih warna untuk karya desain grafis menggunakan gambar panduan
  3. Ambil beberapa sample warna dari design foto atau foto design/ilustrasi yang anda pilih tadi.
    trik memilih warna untuk karya desain grafis menggunakan pantone image
  4. Susun desain foto dan foto desain anda menggunakan software desain yang anda miliki. Gimp, photoshop, atau software sejenis desain foto dan foto desain.
    trik memilih warna untuk karya desain grafis menggunakan pantone template
  5. Gunakan warna-warna tersebut untuk desain anda.
  6. Cari alternatif untuk komposisi warna dengan sample, atau bisa menggunakan color scheme.
    trik memilih warna untuk karya desain grafis pantone template
  7. Selamat mencoba.

Ketika anda merencanakan membuat brosur, corporate identity/identitas perusahaan, cd interaktif,company profile, poster, shooping bag, kartu ucapan, banner, kartu undangan, anda akan dihadapkan untuk memilih warna. Anda merancang sebuah brosur bertema laut/bahari tentu akan memilih warna yang sesuai dengan tema tersebut yaitu warna biru dan “turunannya/senada”. Seringkali dalam sebuah desain produk untuk perusahaan kita harus memasukkan warna identitas dari perusahaan atu produk tersebut. Cara ini dilakukan agar ada kesamaan pandangan dan kepahaman konsumennya.

Menggunakan warna dasar terlalu banyak akan membuat harmoni tidak tercapai, maksimal adalah lima warna untuk medium dan 3 untuk simple.

Iklan
 

Postingan kali ini mengingatkan saya kepada atraksi sulapnya Romi Rafael. Terkadang, selain hipnotis, Romi sering memperagakan atraksi hipnotis dengan cara lain, yaitu dengan mempengaruhi pikiran alam bawah sadar korban melalui kata-kata tanpa sedikitpun membuat korbannya tertidur. Apakah anda percaya bahwa pengulangan kata-kata dapat mempengaruhi prilaku terhadap apa yang akan dilakukan seseorang nantinya?? yaa..kalau ditanyakan kepada saya, jawabannya ‘Ya!’ saya percaya!

Begitu juga halnya dengan pengaruh warna pada strategi marketing dan pemasaran. Para peneliti di luar negeri sana percaya, bahwa warna berperan cukup besar dalam mempengaruhi keputusan seseorang membeli sebuah produk. Pernahkah anda melihat bagaimana warna yang diberikan untuk desain kemasan makanan anak-anak yang terlihat meriah dengan paduan warna-warna cerah seperti kuning dan orange? atau..kenapa juga situs2 dewasa (17 +) sering didominasi dengan warna merah? (eits..saya liat iklannya, gak ngunjungi situsnya lho.. :D) atau lagi.. kenapa logo speedy juga didominasi warna merah? pernahkah bereksperimen mengganti warna logo speedy tersebut dengan warna lain? dan bagaimana kelihatannya??

Hmm..mustahil jika kenyataan2 di atas adalah suatu kebetulan. Ada sebuah konsep warna yang coba ditanamkan dalam produk-2 tersebut, Sebuah konsep warna yang menurut desainer grafis profesional sebagai psikologi warna. Bahwa berarti, setiap warna mewakili image gaya dan sifat tersendiri yang memberi kesan pada suatu produk, dan jika calon konsumen melihatnya..maka akan terpengaruh oleh kesan tersebut dan membelinya.

Berikut beberapa kesan, sifat dan emosi tertentu yang mampu dipancarkan dari suatu warna (dari berbagai sumber) :

Merah – kegembiraan, kekuatan, seks, gairah, kecepatan, bahaya.
Biru – kepercayaan, kehandalan, kekuasaan, kebersamaan, kesejukan.
Kuning – kehangatan, sinar matahari, kegembiraan, kebahagiaan
Orange – muda, kehangatan, bersemangat,
Hijau – alam, segar, dingin, pertumbuhan, perkembangan, melimpah, Natural
Ungu – kerajaan, spiritualitas, martabat, harga diri
Pink – lembut, manis, pemeliharaan, keamanan
Putih – murni, perawan, bersih, muda, ringan.
Black – kecanggihan, elegan, menggoda, misteri
Emas – prestise, mahal, Anggun
Perak – prestise, dingin, ilmiah

Memang tidak ada seorang pun yang menjamin bahwa seseorang akan membeli sebuah produk hanya karena melihat warna dari kemasan produk tersebut. Tapi setidaknya, warna mampu menampilkan kesan dari suatu emosi tertentu yang akan mempengaruhi calon konsumen untuk mengambil keputusan. So, buat para desainer grafis, sudah saatnya memperhatikan setiap warna yang anda berikan pada desain anda.

Warna adalah poin vital dalam dunia desain grafis. Setiap desainer grafis dituntut untuk selalu kreatif dalam menggunakan warna. Oleh karena itu, mempelajari teori warna dan hal-hal yang dapat membantu meningkatkan kreasi desainer grafis dalam bekerja dengan warna seakan menjadi suatu keharusan yang tidak terelakkan. Pada artikel kali ini, akan diuraikan beberapa poin penting terkait dengan penggunaan warna pada desain grafis.

1. Color Wheel (Roda Warna)

Color Wheel merupakan teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk lingkaran (roda). Terdiri dari tiga warna dasar, yaitu merah, biru, dan kuning. Selanjutnya, kombinasi dari tiga warna dasar ini melahirkan warna-warna baru berupa warna sekunder. Warna sekunder terdiri dari Oranye, Ungu dan Hijau. Kombinasi antara warna sekunder dengan warna dasar (primer) melahirkan warna-warna lainnya berupa warna tersier. Warna tersier terdiri dari : kuning-oranye, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu, dan merah-oranye. Akhirnya, warna-warna tersebut kemudian digambarkan berupa sebuah lingkaran warna yang kita kenal sekarang dengan istilah Color Wheel.

Beberapa aturan dasar terkait color wheel :

a. Monochromatic Color

Monochromatic Color merupakan perpaduan beberapa warna yang bersumber dari satu warna dengan nilai dan intensitas yang berbeda. Misal : hijau jika dikombinasikan dengan warna hijau dengan nilai dan intensitas yang berbeda akan menciptakan suatu perpaduan yang harmonis dan menciptakan kesatuan yang utuh pada desain.


b. Warna Analog

Warna analog merupakan kombinasi dari warna-warna terdekat. Misal : warna merah akan serasi dengan warna oranye, dan oranye akan terlihat harmonis dengan warna kuning. Begitu juga jika kuning dipadukan dengan hijau atau biru jika dipadukan dengan ungu, dan ungu jika dikombinasikan dengan pink.

c. Warna pelengkap

Beberapa desain butuh sebuah nilai kontras yang cukup untuk menarik perhatian lebih dari pembaca visual. Saat itulah kita menggunakan kombinasi dari warna-warna pelengkap. Misal : biru dan oranye, merah dan hijau, dll.

d. Warna Triad

Teori roda warna diatas menjelaskan bagaimana warna-warna dasar melahirkan berbagai warna baru disekitarnya. Cukup ampuh jika kita ingin bermain dengan variasi warna-warna yang berbeda. Ada banyak sekali kombinasi warna selain warna dasar untuk membuat sebuah desain tampak unik dan berbeda dari biasanya. Misal : Peleburan warna kuning dan oranye, oranye dan merah, merah dan pink (merah muda), pink dan biru, dan seterusnya.

2. Ruang pada Warna

Warna dapat dipengaruhi ruang dan bentuk, sekaligus juga mempengaruhi kesan yang disampaikan pada warna. misalnya, coba berikan warna yang sama pada dua buah bentuk yang berbeda (lingkaran dan garis). Pada lingkaran, warna akan terlihat lebih terang sedangkan pada garis akan terlihat lebih gelap. Hal ini disebabkan besar ruang pada lingkaran lebih luas daripada garis, sehingga mata menangkap sebuah ruang luas dengan asumsi terang, meskipun warna yang diberikan adalah warna yang sama. Ini adalah respon naluriah pada mata dalam menyikapi suatu kesan pada sebuah visual.

3. Kontras Warna

Kontras pada warna dapat dipengaruhi oleh warna lain disekitarnya. Teorinya sangat sederhana : Kontras = Gelap VS Terang. Misalnya, letakkan sebuah persegi kecil berwarna kuning diatas background berwarna hitam, maka nilai kontras akan meningkat dan persegi berwarna kuning akan dengan mudah terlihat. Sebalinknya, ganti background dengan warna putih, maka nilai kontras akan menurun dan persegi akan sulit untuk dilihat.

4. Psikologi Warna

Warna dapat mewakili karakter dan perasaan-perasaan tertentu. Misal, merah memberi kesan agresif, gairah, panas dan cepat. Hitam memberi kesan misteri, kelam, dan canggih. Dengan mempelajari psikologi warna, kita dapat menyesuaikan desain dengan target yang dituju, komunikasi visual yang efektif, dan membangun suatu kesatuan rasa kepada pembaca visual. Artikel selengkapnya tentang psikologi warna bisa disimak disini : Psikologi warna dalam pemasaran

5. Bidang Warna

Garis Outline pada sebuah bidang berfungsi sebagai pembatas warna agar tidak terlihat menyebar keselilingnya. Semakin tipis garis outline yang diberikan, maka semakin tersebar warna ke area luar bidang. Sebaliknya, semakin tebal outline, maka akan semakin tegas warna yang terdapat pada suatu bidang.

Salah satu prinsip dasar yang paling penting dalam desain grafis adalah kontras. Kontras berfungsi mengidentifikasi pesan dan menciptakan fokus. Sehingga, secara hirarki audiens dipandu untuk mencerna pesan dan informasi sesuai dengan yang diharapkan. Terlepas dari peran kontras dalam hal fungsi, kontras juga mampu meningkatkan nilai estetis jika digunakan dengan tepat.

Contoh sederhana bagaimana kontras berperan bisa dilihat dari billboard-billboard yang ada dipinggir jalan. Audiens (pengguna jalan) terlalu sibuk. Mereka hanya punya waktu beberapa detik saja untuk melihat dan memahami isi pesan. Jika dalam rentang waktu tersebut desain tidak mampu mentransfer informasi, maka seketika itu pula desain tersebut telah gagal.

People ignore design that ignores people
Frank Chimero

Pada dasarnya, prinsip kontras sederhana, yaitu perbedaan. Kontras akan muncul dengan sendirinya apabila kita membuat perbedaan antara elemen yang satu dengan lainnya. Berikut adalah beberapa bentuk kontras yang umum digunakan desainer grafis dalam sebuah karya :

1) Ukuran

Besar-kecil adalah cara paling lazim yang digunakan untuk membuat kontras. Secara naluri, mata kita lebih cepat dalam menangkap suatu elemen yang lebih besar ukurannya. Desain dibawah ini contohnya, tingkat kontras antara judul dengan body text sangat tinggi. Differensiasi seperti ini selain mengundang perhatian juga mengandung nilai estetika tersendiri.

2) Warna

Logo ‘sertifi’ dibawah ini memvisualisasikan kedalaman dengan membuat kontras antar warna. Karena itu, kita dapat melihat bahwa seolah-olah, jari-jari tersusun mulai dari yang paling dekat sampai dengan yang paling jauh. Padahal ini hanya desain 2 dimensi sederhana dengan menggunakan dua warna.

3) Tekstur

Poster iklan dibawah ini menggambarkan sebuah tangan yang menggenggam kaleng minuman. Kendati warna tangan dan background hampir sama, namun perbedaan tetap muncul. Disini digunakan prinsip kontras yang mengacu kepada tekstur. Tangan dengan tekstur air dapat mudah dibedakan dengan background yang bertekstur butiran air.

4) Posisi

Suatu elemen yang keluar dari barisan atau suatu keteraturan akan tampak mencolok dan berbeda sehingga menciptakan kontras. Layout brosur dibawah adalah contoh sederhana bagaimana judul sangat menarik perhatian karena terletak di posisi yang beda dengan konten yang lain.

5) Bentuk

Logo ‘Oil’ dibawah ini sangat cerdas, sederhana dan fokus. Logo ini menggambarkan tetesan tumpahan minyak. Meskipun memiliki kesamaan warna dengan typeface yang digunakan, kita dapat dengan mudah menangkap tetesan minyak ini karena perbedaan bentuk.

6) Pergerakan

Hanya perlu beberapa detik saja bagi siapapun untuk dapat mengerti pesan dan identitas visual yang ditonjolkan dari logo ‘Killed Production’ dibawah ini. Huruf ‘i’ yang memiliki bentuk dan warna yang sama dengan huruf lain tetap menarik perhatian karena arah pergerakan yang berbeda.

Kontras memegang peranan penting dalam desain grafis, apapun bentuknya. Keberhasilan sebuah desain sangat dipengaruhi oleh bagaimana penggunaan kontras didalamnya. Contoh lain yang bisa saya gambarkan adalah bagaimana kontras pada tombol Add to Cart di toko-toko online bisa berpengaruh kepada tingkat penjualan.