Archive for the ‘Tipografi’ Category

Akhir-akhir ini saya menerima email dari teman-teman desainer dan beberapa siswa yang menanyakan tanggapan terhadap suatu desain Company Profile dan Identity Design yang sedang mereka kerjakan. Banyak dari email tersebut pada umumnya di dasarkan sekitar pertanyaan : ‘Font apa terlihat lebih baik?’ atau ‘Menurut Anda mana yang lebih baik untuk hal ini, tipeface ringan atau tipeface berat / heavy?’

 

Pertanyaan-pertanyaan ini membuat saya berpikir ulang tentang cara saya mengerjakannya dan membuat pilihan, secara lebih rinci kenapa saya menetukan pilihan tipeface yang pasti ketika memadukan sebuah tipeface / jenis huruf dengan suatu desain tanda logo atau simbol, membuat desain logo. Lanjutkanlah membaca beberapa tips dan metode berikut untuk membantu menentukan tipeface yang lebih relevan dan cocok untuk suatu tanda logo dan menyeluruh memperbaiki keputusan tipografi Anda.

Catatan : dibawah ini dapat juga juga diartikan kedalam semua elemen tipografi

Ketahui Sejarah Anda

Memilih suatu tipeface font yang pantas dan relevan untuk suatu desain logo dimulai dasar pemahaman sejarahnya (yang seringkali lebih kepada suatu pengakuan).

Seorang type designer / desainer font [yang baik] menciptakan suatu tipeface tidak hanya sekedar menjadi sesuatu yang indah dilihat. Kualitas tipeface itu sendiri dirancang untuk cocok pada jaman tertentu atau gaya pada jamannya dan cocok pada medium yang spesifik. Daripada menceritakan sejarah tipeface untuk artikel ini, disini ada beberapa artikel dan buku untuk penjelasan lebih lanjut dan pembelajaran.

Saya tidak mengatakan bahwa Anda perlu untuk mengetahui semuanya yang ada pada artikel tersebut mengenai setiap tipeface yang ada, tetapi melakukan beberapa pekerjaan rumah tersebut akan membawa Anda pada suatu cara yang membutuhkan waktu yang lama ketika memilih solusi tipeface font terbaik untuk desain logo Anda.

Dapatkan suatu rasa pada kurva dan bentuk

Lain waktu ketika Anda memilih suatu font, cobalah untuk memperbesar tampilannya (zoom in) kemudian analisa kurva dan bentuk dari suatu tulisan sample.

Mari kita bandingkan huruf kecil ‘A‘ pada FF Absara dan Bienetresocial (free font); huruf A dengan tipeface Absara mempunyai kurva yang lebih tajam dan lurus pada perbandingan dengan Bienetresocial yang memiliki kurva melingkar (rounded). Bentuk tulisan -letterform Absara terlihat untuk muncul berpahat, sedangkan Bienetresocial terlihat lebih mengalir dan halus.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Jadi apa yang dapat dilakukan dengan mengetahui hal di atas pada saat memadukan logo dengan tipeface? Baiklah, suatu desain logo dengan sudut yang drastis dan penjuru mungkin akan terlihat lebih baik dipadukan dengan Absara karena secara mimik rupa tipeface Absara lebih terlihat punya karakteristik yang mewakili logo tersebut, sementara itu desain logo yang mempunyai tipikal sudut yang melingkar atau tumpul akan terlihat lebih baik bila dipadukan dengan Bienetresocial.

Juga, banyak desainer logo yang akan merancang ulang desain atau memodifikasi tipeface yang sudah ada untuk membantunya mendapatkan paduan logo dan rasa yang lebih cocok.

Kepribadian

Sama seperti ketika Anda menentukan musik, mobil dan desain rumah, harus sesuai dengan kepribadian Anda bukan? Mari kita lihat Public Gothic (free font). Sebagaimana desainer menyatakan kepribadiannya adalah ‘sedikit keindustrian atau sedikit vintage’. Sekarang mari kita lihat penggunaan Public Gothic pada penggunaan yang baik (tidak berhubungan dengan logo namun untuk tujuan contoh).

Dibawah ini merupakan website Happy Cog’aoke yang didesain oleh Happy Cog, menggunakan Public Gothic sebagai masthead (kepala surat kabar atau headline) Happy Cog’aoke mereka.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Tipeface atau elemen desain pada website mereka saling berkomplimen satu sama lain dengan baik. Kepribadian ‘industial vintage’ dari Public Gothic berjalan baik dengan tekstur latar dan garis mirip kotak sirkuit dipakai pada website tersebut. Sebuah kemenangan kombinasi dari keseluruhan tampilan website yang hebat.

Pikirkan tentang tampilan / rasa –display and feel dari pasar -target market klien Anda, dan keseluruhan impresi yang ingin Anda coba berikan dengan logo Anda kemudian padukan hal tersebut dengan kepribadian/ personality tipe font (termasuk juga permainan kata-kata yang ada didalamnya). Jika anda pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk menentukan kata kunci yang mirip diantara target market, tanda / simbol, dan atau tipeface maka pasti ada disuatu tempat -sesuatu hal yang perlu disesuaikan, dibuang dan dimodifikasi. Sebenarnya inilah maksud dari ilmu grafis.

Kontras

Kontras adalah sesuatu yang penting dalam suatu desain, dia memberikan perbedaan-perbedaan dan emphasis dimana dia dibutuhkan. Cobalah untuk memadukan tanda atau bentuk yang lebih tebal -lebih mencolok dengan tipeface yang lebih kurus untuk menambahkan atmosfir, ruang dan atau tegangan.

Sebagai contoh, identitas baru untuk Armani Exchange (A|X) menggunakan sebuah kombinasi antara kotak yang tebal, padat, dan tegas dengan sebuah tipeface yang memiliki kontras yang baik dengan garis tipisnya untuk menambah kontras pada tegangan kotak dan garis lebih tebal untuk menambah hubungan relasi pada kotak hitamnya.

Ini juga merupakan contoh yang baik dari memberi perhatian pada shape dan form, sebagai sebuah hal yang lurus, panjang dan horisontal, Serif berdiri tegak lurus dengan garis dari kotak. Yang membawa kita pada kesamaan point selanjutnya.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Kesamaan

Pada kontras (sekali lagi, termasuk juga permainan kata-kata) pada hal di atas, cobalah untuk menyeimbangkan berat tanda logo kepada tipeface yang terpilih untuk menciptakan hubungan relasi yang lebih kuat.

Mari kita lihat pada contoh identity Exact berikut. Garis pada simbol ‘sama dengan’ (=) sama tebalnya dengan ketebalan bentuk huruf pada tulisan exact. Hal ini menciptakan keseimbangan dan sekaligus hubungan relasi antara dua elemen desain yang saling terpisah satu sama lain dan bekerja untuk membawa mereka bersama-sama. Sebagai ganti tegangan kita sekarang mempunyai keseragaman elemen.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Readability

Ketika mendesain untuk setiap medium atau subjek, Anda harus tidak membiarkan suatu gaya / style menghalangi desain. Lebih pentingnya, style tidak boleh merintangi usability, dan dalam kasus ini adalah readability dari suatu tipeface.

Pilihlah logo yang tidak hanya bagus digunakan pada ukuran yang besar saja, dia harus juga prima dalam ukuran kecil. Pastikan dia terlihat bagus secara sempurna pada ukuran font 18-point di layar monitor Anda, tetapi ingat bahwa logo seringkali muncul pada sudut yang sempit atau pada business card, dia membutuhkan kemampuan keterbacaan pada ukuran yang sangat kecil.

Ketika menguji suatu tipeface, jangan lupa untuk menyusutkan ukuran mereka pada layar monitor sebagai langkah tambahan saat mencetak mereka pada ukuran kecil. Jika dia susah dibaca maka sangat mungkin bukan merupakan solusi yang terbaik.

Terakhir, dua pemikiran

Bertentangan dengan hal-hal di atas, dalam ilmu grafis suatu logo sudah seharusnya tidak dibuat berdasarkan suatu tanda atau simbol. Banyak diantara logo yang paling sukses adalah mereka yang memakai logo berbasis tulisan (logotype) yang mudah diingat sekaligus indah yang menampilkan tipeface atau desain custom type.

Kedua, hal-hal di atas dalam memadukan font tidak hanya terkait dengan logo dan tanda simbol. Banyak dari tips-tips di atas dapat juga digunakan pada kesemua bentuk tipografi -untuk menentukan headline untuk sebuah artikel, sebagai contoh, adalah teknologi atau cara untuk menentukan hierarki suatu buku bertemakan burung.

Tidak untuk dikatakan, Anda harus memulai untuk mendesain tipeface atau sekedar mengetahui bagaimana cara untuk mengidetifikasi setiap tipeface pada market, tetapi untuk mempunyai pemahaman yang kuat pada tipografi, aturan main, dan sejarah akan membawa Anda dan hasil desain Anda pada perjalanan yang panjang.

Sebagai penyegaran ingatan, kita akan bahas sekilas mengenai tipografi dan nirmana dahulu. Tipografi adalah suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf font dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yg tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

Nirmana adalah Dibentuk dari dua kata yaitu nir berarti tidak, mana berarti makna, jika digabungkan berarti tidak bermakna atau tidak mempunyai makna. Jika di artikan lebih dalam nirmana berarti lambang-lambang bentuk tidak bermakna, dilihat sebagai kesatuan pola, warna, komposisi, irama, nada dalam desain. Bentuk yang dipelajari biasanya diawali dari bentuk dasar seperti kotak, segitiga, bulat yang sebelumnya tidak bermakna diracik sedemikian rupa menjadi mempunyai makna tertentu.

Dalam dua bidang keilmuan yang masuk dalam kecakapan desain ini dikenallah istilah redibilitas dan legibilitas.

Legibility adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh:

  1. Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan sebagainya.
  2. Penggunaan warna
  3. Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari

Dalam buku The Graphics of Communication, Francis Meynell, seperti dikutip oleh Ruari Maclean mengatakan tentang legibility sebagai berikut:

By legibility, I mean a proper observance in all infinite detail of that principle of order and conversion which is the basis of written communication. Printing is the vehicle, legibility is the well-greased bearinng that allow s the whells of sense to revolve without squelling.

Legibility adalah tampilan yang layak atau pantas dari dasar-dasar aturan dan kebiasaan dalam semua detil/rincian yang tak terbatas dan menjadi dasar komunikasi tertulis. Cetakan adalah kendaraan/sarana keterbacaan adalah peluru sendi yang dilumasi dengan baik sehingga memungkinkan roda-roda perasaan berputar tanpa berdecit.

Keterbacaan / readability adalah tingkat kenyamanan suatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh:

  1. Jenis huruf
  2. Ukuran
  3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya
  4. Kontras warna terhadap latar belakang

Desain Logo dengan Permainan Tipografi Desain Logo dengan Permainan Tipografi

Huruf dan tipografi merupakan soko guru tunggal yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Ingat tipografi juga masuk dalam ranah nirmana (baca lagi arti nirmana). Banyak orang sudah melek huruf, sudah pasti mengenal lambang bunyi tersebut. Mereka sudah pasti dapat mengeja, membaca, dan menuliskan lambang bunyi itu untuk berbagai kepentingan dan keperluannya masing-masing. Tetapi tidak sedikit yang buta tipografi. Mengapa demikian? Karena tipografi senantiasa terkait dengan tatasusun, tatakelola, dan tatapilih huruf untuk kepentingan komunikasi visual.

Sementara itu, perkawinan antara tipografi dengan nirmana merupakan sebuah perkawinan agung. Keduanya diyakini sebagai pasangan kinasih yang tidak bisa dipisahkan oleh ruang dan waktu. Dalam hubungannya dengan desain komunikasi visual, tipografi dan nirmana adalah elemen penting yang sangat diperlukan guna mendukung proses penyampaian pesan verbal maupun visual.

Meski nirmana dipahami sebagai sebuah bentuk yang tidak berbentuk. Dalam konteks desain komunikasi visual, nirmana memegang peranan penting perihal bagaimana menata dan menyusun elemen dasar desain komunikasi visual . Peranan penting lainnya, di dalam nirmana mensyaratkan tatasusun dan tatakelola unsur desain komunikasi visual dalam sebuah perencanaan komposisi yang serasi dan seimbang di dalam setiap bagiannya.

Huruf yang telah disusun secara tipografis dengan mengedepankan konsep harmonisasi nirmana merupakan elemen dasar dalam membentuk sebuah tampilan desain komunikasi visual. Keberadaannya diyakini mampu memberikan inspirasi untuk membuat suatu komposisi yang menarik, persuasif dan komunikatif.

Dengan demikian, keberadaan tipografi dalam rancangan karya desain komunikasi visual sangat penting. Sebab melalui perencanaan dan pemilihan tipografi dalam perspektif nirmana yang tepat baik untuk ukuran, warna, dan bentuk, diyakini mampu menguatkan isi pesan verbal dan pesan visual karya desain komunikasi visual tersebut.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka ketika desainer komunikasi visual mahir menguasai tipografi dan nirmana untuk dipergunakan menyampaikan informasi yang bersifat sosial ataupun komersial, maka sejatinya sang desainer tersebut mampu memposisikan dirinya menjadi kurir komunikasi (visual) yang bertanggung jawab kepada masyarakat luas yang dijadikan target sasaran.

Dengan menjadi kurir komunikasi yang baik – berkat pemilihan tipografi yang tepat dengan mengedepankan aspek readibilitas (dipengaruhi oleh ukuran huruf, jarak antarhuruf, dan jarak antarbaris yang terlalu dekat atau jauh) dan legibilitas (dipengaruhi oleh kerumitan desain huruf, penggunaan warna, tinta, dan kertas) yang akurat – maka masyarakat luas tidak akan terjebak pada perkara-perkara atau kasus-kasus mengarah pada belantara perbedaan persepsi yang akan menimbulkan bencana miscommunication!

Tipografi yang efektif

Posted: Juli 12, 2011 in Font, Tipografi

Ketika menggabungkan tipografi, ada beberapa prinsip penting yang Anda perlukan untuk tetap Sebaliknya pikiran, yaitu dan suasana hati. Efektif menggabungkan tipografi adalah keterampilan paling baik dipelajari melalui praktek, dan trial-and-error. Setelah Anda menguasai prinsip-prinsip dibahas di sini, Anda akan memiliki alat yang Anda perlu mencoba kombinasi sementara membuat dugaan terpelajar tentang apa yang akan dan tidak akan bekerja sama.

Di sini, kita sebagian besar meliputi menggabungkan dua tipografi, seperti yang Anda lakukan untuk menyalin tubuh dan berita. Pada bagian berikutnya, kita akan membahas menggabungkan lebih dari dua tipografi untuk hal-hal seperti navigasi, keterangan gambar, dan banyak lagi.

Kontras

Kontras adalah salah satu konsep yang paling penting untuk memahami ketika datang ke tipografi menggabungkan. Tanpa kontras yang tepat, tipografi cenderung bentrokan, menciptakan tampilan, acak tersebar desain Anda (dan bukan dalam cara yang baik). Menciptakan kontras yang tepat bergantung pada beberapa prinsip, yang semuanya dibahas di bawah ini.

Tapi pertama-tama, apa sebenarnya kontras? Kontras adalah jumlah perbedaan antara dua tipografi. Tipografi yang terlalu mirip cenderung bentrokan. Pikiran Anda tidak langsung mengenali bahwa mereka tipografi yang berbeda, dan ketika akhirnya terjadi, itu gemuruh. Tipografi yang terlalu berbeda dapat muncul sembarangan dan kebetulan, yang bisa sama gemuruh.

Berat

Berat tipografi memainkan peranan besar dalam penampilan. Kita sering berpikir berat dalam hal “cahaya”, “biasa”, “menengah”, “berani”, dll Tapi tipografi yang berbedamemiliki berbagai berat untuk memulai dengan. Menggabungkan tipografi sebagian besar didasarkan pada berat badan adalah cara yang cukup lurus ke depan menciptakan kontras tipografi.

Anda akan ingin mencari tipografi yang memiliki perbedaan mencolok dalam berat badan, tanpa terlalu ekstrim. Perbedaan yang sangat ekstrim dalam berat badan perlu dibuat untuk dengan kesamaan dalam hal lain, terutama struktur dan gaya.

Gaya dan Dekorasi

Gaya tipografi memiliki dampak besar pada bagaimana hal itu diterima. Umumnya, ketika bekerja dengan gaya, kau akan baik menggunakan gaya biasa atau miring. Menggaris bawahi juga digunakan, tetapi dalam desain web, mereka hanya harus digunakan untuk link (jika tidak, mereka membingungkan). Dekorasi lainnya termasuk hal-hal seperti bayangan garis besar atau drop, yang keduanya dapat digunakan untuk menyatukan berbagai tipografi.

Gaya dan dekorasi juga dapat digunakan untuk membuat kontras dalam sebuah keluarga tipe atau jenis huruf. Kombinasikan font teratur dan miring, bobot bervariasi, dan hal-hal seperti bayangan atau garis besar untuk membuat variasi dalam keluarga font dan tipografi kontras memadai.

Skala dan Hirarki

Skala tipografi, atau ukuran mereka relatif terhadap satu sama lain, merupakan faktor penting dalam menggabungkan tipografi. Hirarki elemen yang berbeda dalam desain sangat dipengaruhi oleh skala tipografi yang digunakan. Misalnya, judul Anda jelas harus lebih besar dari copy paragraf Anda. Untuk akhir yang sama, judul H1 Anda harus lebih besar dari judul Anda H2, dan sebagainya.

Sebagai aturan umum, hierarki Anda harus mulai dengan H1 pos menjadi yang terbesar, dan meta informasi Anda atau keterangan harus terkecil. Anda perlu menyeimbangkan perbedaan dalam skala dengan perbedaan dalam berat dan gaya, juga, sehingga Anda tidak memiliki terlalu banyak variasi dalam ukuran antara font terbesar dan terkecil.

Classificiation

Secara umum, ketika menggabungkan tipografi, Anda akan ingin memilih orang-orang yang bukan berasal dari klasifikasi yang sama. Kombinasikan serif dan sans-serif, atau serif dan script, dll, dan Anda akan memiliki waktu yang jauh lebih mudah datang dengan kombinasi yang memiliki kontras yang tepat dan tidak berbenturan.

Menggabungkan tipografi dalam klasifikasi yang sama kadang-kadang mungkin, tetapi ada beberapa pertimbangan tambahan. Untuk satu, Anda ingin menemukan jenis huruf yang cukup berbeda bahwa mereka segera dikenali sebagai tipografi yang berbeda, sementara juga menggunakan tipografi yang memiliki suasana hati yang sama, struktur, dan faktor-faktor lain yang mengikat mereka bersama-sama. Untuk batas tertentu, trial and error adalah taruhan terbaik untuk menemukan tipografi dalam klasifikasi yang sama yang dapat bekerja sama.

Salah satu trik adalah memilih tipografi yang dalam klasifikasi umum yang sama, tetapi jatuh di bawah sub-kelas yang berbeda (seperti serif dan serif  slab modern, atau sans serif geometris dengan Grotesk). Hal ini memberikan kontras yang lebih benar dari awal.

Struktur

Struktur tipografi memainkan peran besar dalam cara kerjanya dengan tipografi lainnya. Anda juga perlu memilih tipografi yang memiliki struktur yang sangat, sangat mirip, atau struktur yang sangat berbeda. Letterforms yang hanya sedikit serupa akan bentrok. Tipografi yang sangat berbeda dalam cara lain dapat disatukan dengan struktur serupa mereka, meskipun sebaliknya jarang bekerja dengan baik.

Lihatlah letterforms sisi-sisi oleh-dan melihat jika mereka berbagi bentuk mirip atau faktor lainnya (seperti x-tinggi). Ini lebih baik untuk pergi dengan struktur yang sangat berbeda dari struktur yang hampir sama tapi tidak cukup.

Warna dan Tekstur

Bila Anda perlu menambahkan kontras visual atau menyatukan tipografi yang berbeda, penggunaan warna dan tekstur dapat melakukan keajaiban. Sebagai contoh, ketika Anda perlu menambahkan kontras antara tipografi yang hampir identik (atau dalam sebuah keluarga tipe tunggal), mengubah warna dari beberapa elemen langsung menambahkan bunga. Menambahkan tekstur memiliki efek yang sama.

Atau, jika Anda memiliki sangat berbeda tipografi, warna dan tekstur dan menyatukan mereka tipografi, menciptakan tampilan yang harmonis. Prinsip-prinsip teori warna masih berlaku untuk tipografi, jadi pastikan Anda tidak pergi ke laut menggabungkan warna.

Ekstrim Kontras

Kontras ekstrem bisa menjadi pilihan bagus jika Anda bekerja dengan tampilan tipografi atau script. Dalam hal ini, bisa sulit untuk menemukan tipografi dengan kontras yang baik yang tidak terlalu berbeda. Jadi daripada mencoba untuk melakukan itu, pergi untuk tipografi yang sama sekali berbeda. Cobalah menggabungkan jenis huruf yang agak sederhana dengan sesuatu yang lebih rumit untuk hasil terbaik, daripada dua tipografi yang rumit.

Suasana hati (feeling)

Suasana dari tipografi yang Anda pilih adalah penting untuk cara mereka bekerja sama. Suasana hati bisa apa saja dari formal ke santai, menyenangkan untuk serius, modern klasik, atau apa pun di antara. Ini adalah di mana banyak orang mengalami kesulitan dengan menggabungkan tipografi. Memilih tipografi yang tidak hanya memiliki mirip (atau pelengkap) suasana hati, tetapi juga memiliki suasana hati sesuai dengan proyek yang sedang Anda merancang sangat penting.

Poster adalah salah satu media visual yang sangat efektif digunakan dalam mengkomunikasikan pesan kepada publik. Ada banyak style desain poster yang digunakan agar dapat menarik perhatian, termasuk salah satunya adalah tipografi. beberapa desain poster dibawah ini mengusung gaya tipografi yang unik dan menarik. Beberapa mungkin bukan gaya baru, tapi juga belum terlalu banyak digunakan hingga tetap menarik untuk dinikmati. be inspired! 🙂

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Tipografi adalah hal yang penting bagi desainer grafis untuk dipelajari. Tidak mempelajari tipografi dapat dengan mudah membuat sebuah desain menjadi kacau dan tak beraturan. Juga tak menutup kemungkinan membuat konflik-konflik yang cukup mengganggu dalam sebuah desain. Konflik yang disebabkan oleh teks dapat menghalangi penyampaian pesan yang berarti juga kegagalan dalam desain grafis.

Ada beberapa faktor yang membuat teks menimbulkan konflik dalam desain, diantaranya adalah :

1) Menggunakan Font yang Terlalu Banyak

Kebanyakan desainer pemula mengira bahwa menggunakan banyak font dapat membuat desain tampil tidak monoton dan membosankan. Hal itu salah! Menggunakan font yang terlalu banyak dapat membuat desain kacau dan membuat pembaca bingung.


img source

Cukup gunakan tidak lebih dari 3 font saja dalam desain. Untuk desain dengan format yang lebih sederhana seperti logo, 2 font mungkin sudah terlalu banyak. Meminimalkan penggunaan yang berbeda dalam satu desain akan membuat desain tampil harmonis, jelas, dan tentu akan lebih mudah bagi pembaca menangkap isi pesan yang tampil dalam desain.

2) Menggunakan Font yang Terlalu Mirip

Ok, mungkin kamu sudah praktekkan poin satu diatas dengan tidak menggunakan font yang terlalu banyak. Sekarang kamu menggunakan hanya dua font, yaitu Times New Roman dan Georgia. Tetap saja salah! lho? salah lagi!?

Yap! Times New Roman dan Georgia adalah font jenis serif (berkaki) yang cukup mirip dan sulit untuk dibedakan. Penggunaan font yang mirip seperti ini terkesan seperti terdapat error dalam desain. Ini juga salah satu konflik yang dapat membuat desain terlihat tidak profesional.

3) Tidak cukup kontras

Konflik lain yang timbul bisa diakibatkan oleh tidak cukup kontras yang diberikan pada teks. Hal ini tentu fatal karena pembaca tidak dapat membaca pesan yang kamu sampaikan melalui teks. Dalam hal ini, mempelajari teori warna mungkin hal yang bagus untuk meningkatkan kemampuan sehingga terbiasa bermain dengan kontras pada warna.

4) Flat

Konflik pada teks juga bisa timbul ketika teks pada desain tampil flat alias rata. Tidak ada identifikasi terhadap judul, sub judul, sub keterangan, dll. Mungkin kamu pernah meliat desain semacam ini di banner-banner iklan lalu bertanya dalah hati : “ini banner tentang apa ya?”


img source

Sebagai solusi, kita bisa memainkan skala, kontras, jarak, dan jenis font untuk membedakan secara jelas. Desain yang baik adalah desain yang membuat pembaca dengan mudah mengenali yang mana poin paling penting dan yang mana yang kurang penting hingga pembaca pun dituntun karenanya.

Bicara desain grafis, maka tidak lepas dari yang namanya komunikasi alias penyampaian pesan melalui visual. Komunikasi adalah faktor penting dalam desain grafis, selain estetika alias seni dalam menyajikan pesan visual tersebut.

Dalam komunikasi visual, teks memegang peranan yang vital. Penggunaan teks dalam penyampaian pesan sangat efektif karena kemampuan teks dalam menyampaikan pesan secara rinci dan lebih detail.

Namun begitu, terkadang tidak selamanya penyampaian pesan melalui teks dapat seefektif yang diharapkan. Beberapa kesalahan fatal justru membuat kesan yang tidak baik dan mengaburkan isi pesan.

Berikut beberapa tips dari DesainStudio tentang bagaimana cara yang baik dalam meramu teks menjadi sarana penyampaian pesan yang efektif melalui desain visual.

1. Memilih Font/Jenis Huruf yang Tepat

Setiap font mempunyai ciri khas tersendiri yang berfungsi menyuarakan pesan dengan karakter tersendiri pula. COntoh : Jika pesan yang disampaikan ingin tampil elegan dan terkesan profesional, maka font yang digunakan juga jenis font yang tegas, bersih dan elegan. Sebaliknya, jangan gunakan font-font yang memiliki karakter fun, ceria, dan kekanak-kanakan untuk pesan semacam ini.

2. Fokus Pesan

Desainer grafis dituntut untuk mampu membimbing pembaca dengan baik. Oleh karena itu, dalam meramu teks sebagai pesan visual, sebaiknya pilah dulu jenis-jenis pesan yang ingin disampaikan. Biarkan pembaca dengan mudah mengenali apa yang seharusnya dibaca lebih dahulu dan apa yang akan dibaca setelahnya.

3. Memperhatikan Grid

Perhatikan dengan baik grid antar satu bagian teks dengan yang lain. Jangan biarkan terlihat berantakan dan tidak profesional sehingga tidak menarik perhatian.

4. Terlalu Banyak Font

Tetap gunakan maksimal 2 atau 3 font dalam sebuah desain. Jangan gunakan terlalu banyak font. Karena, selain akan kelihatan berantakan, ini juga dapat mengaburkan isi pesan sehingga tujuan dari pesan tidak akan tersampaikan dengan baik

5. Kerning

Kerning adalah jarak antar huruf. Berikan jarak yang cukup antar huruf, jangan terlalu dekat dan jangan pula terlalu jauh.

6. Proporsional Bentuk Teks

Setiap font sudah dirancang sedemikian rupa dengan memperhitungkan berbagai hal. Jangan sembarangan mengutak atik sebuah font seperti merubah proporsional bentuknya dan menarik-narik font dengan sembarang.

7. Perhatikan Kontras

Menjaga kontras antara teks dengan background adalah suatu hal yang dapat membuat pesan lebih mudah sampai ke pembaca visual. Kontras yang tidak baik tidak hanya membuat teks tidak terbaca, tapi juga membuat mata sakit. Sedikit informasi : Pembaca visual sangat benci dengan hal yang seperti ini.

8. Lebar Paragraf

Jangan biarkan pembaca menggelengkan kepala sedemikian jauh untuk membaca baris perbaris isi pesan. Selain capek (tentu saja), Pembaca akan kehilangan fokus terhadap baris yang dibacanya.

9. White Space

White space adalah ruang kosong yang berfungsi memberikan penekanan terhadap pesan yang ada didalamnya. Berikan sedikit margin atau ruang disekitar teks. Hal ini sangat bagus untuk membuat pesan tampak elegan dan memberi fokus yang baik kepada pesan. Selain itu, desain juga tidak tampak penuh sesak. Ingat! semakin penuh, maka pembaca akan semakin menjauh.

10. Pilih Font yang mudah dibaca

Mulai sekarang, berhenti menebar pesona dengan meletakkan font-font yang unik dan aneh kepada desain anda. Karena memang bukan itu tujuan dari desain. Kita ingin berkomunikasi, menyampaikan pesan hingga sampai kepada konsumen. Font yang sulit dibaca walah aneh sedemikian rupa akan membuat pembaca menjauh. Bayangkan jika ada sebuah baliho dipinggir jalan. Pembacanya pastilah pengguna jalan yang akan membacanya sekali lintas, mereka tidak punya waktu untuk mendekat ke baliho dan mengejanya satu persatu. Ingat! pembaca visual itu sibuk bukan kepalang.. jadi pintar-pintarlah untuk mengakalinya. 😀

Less is More! Mungkin ungkapan ini sudah tidak asing ditelinga para desainer grafis. Suatu ungkapan yang mengacu kepada pentingnya kesederhanaan dalam mengkomunikasikan pesan visual. Dalam desain logo, hal ini merupakan aturan standar, dipakai oleh desainer logo diseluruh dunia dan diturunkan dari generasi ke generasi. Hingga kadang, kita sendiri melupakan esensi utama untuk mencari tahu kenapa aturan kesederhanaan ini digunakan.

Mari kembali ke pertanyaan sederhana ini : “Kenapa logo harus sederhana?

Berikut beberapa pemikiran pribadi berbuah alasan kenapa kesederhanaan dalam logo itu penting :

1) Mudah Diingat

Ditengah kepungan lautan merek yang setiap hari tertangkap mata, maka mengingat salah satunya akan menjadi hal yang sangat sulit. Pada dasarnya, otak manusia menangkap suatu elemen visual dalam bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, segi empat, dsb. Kemudian berlanjut kepada menangkap tampilan-tampilan yang lebih detail dan rumit. Oleh karena itu, semakin sederhana bentuknya, maka akan semakin berpeluang sebuah logo membekas di benak audiens.

2) Timeless

Sebuah logo yang sederhana tidak akan mudah termakan waktu dan perkembangan trend. Sederhana tidak berarti membuat jenuh. Malah sebaliknya, kesederhanaan akan memperkuat karakter dari sebuah merek. Kesederhanaan bersifat pasti, jelas, dan tanpa embel-embel yang membingungkan.

3) Konsisten

Sebuah logo bisa saja dikatakan baik dengan melihat visualnya saja. Tapi untuk melihatnya berhasil dan bekerja efektif, perlu adanya penerapan secara konsisten dalam setiap media promosi yang digunakan. Hal ini akan sulit dilakukan jika logo terlalu rumit. Kesederhanaan bentuk akan membuat konsistensi logo terjaga, bahkan ketika diukir di atas aspal sekalipun.

4) Efisien

Basa-basi (dalam bentuk apapun) selalu saja berhasil membuang-buang waktu, termasuk dalam desain logo. Berikan apa yang dibutuhkan audiens secara langsung, jangan buat mereka berfikir dan menerka-nerka. Logo yang sederhana akan sangat efisien menciptakan komunikasi langsung, jelas, dan tidak membuang-buang waktu.