Archive for the ‘image’ Category

 

Postingan kali ini mengingatkan saya kepada atraksi sulapnya Romi Rafael. Terkadang, selain hipnotis, Romi sering memperagakan atraksi hipnotis dengan cara lain, yaitu dengan mempengaruhi pikiran alam bawah sadar korban melalui kata-kata tanpa sedikitpun membuat korbannya tertidur. Apakah anda percaya bahwa pengulangan kata-kata dapat mempengaruhi prilaku terhadap apa yang akan dilakukan seseorang nantinya?? yaa..kalau ditanyakan kepada saya, jawabannya ‘Ya!’ saya percaya!

Begitu juga halnya dengan pengaruh warna pada strategi marketing dan pemasaran. Para peneliti di luar negeri sana percaya, bahwa warna berperan cukup besar dalam mempengaruhi keputusan seseorang membeli sebuah produk. Pernahkah anda melihat bagaimana warna yang diberikan untuk desain kemasan makanan anak-anak yang terlihat meriah dengan paduan warna-warna cerah seperti kuning dan orange? atau..kenapa juga situs2 dewasa (17 +) sering didominasi dengan warna merah? (eits..saya liat iklannya, gak ngunjungi situsnya lho.. :D) atau lagi.. kenapa logo speedy juga didominasi warna merah? pernahkah bereksperimen mengganti warna logo speedy tersebut dengan warna lain? dan bagaimana kelihatannya??

Hmm..mustahil jika kenyataan2 di atas adalah suatu kebetulan. Ada sebuah konsep warna yang coba ditanamkan dalam produk-2 tersebut, Sebuah konsep warna yang menurut desainer grafis profesional sebagai psikologi warna. Bahwa berarti, setiap warna mewakili image gaya dan sifat tersendiri yang memberi kesan pada suatu produk, dan jika calon konsumen melihatnya..maka akan terpengaruh oleh kesan tersebut dan membelinya.

Berikut beberapa kesan, sifat dan emosi tertentu yang mampu dipancarkan dari suatu warna (dari berbagai sumber) :

Merah – kegembiraan, kekuatan, seks, gairah, kecepatan, bahaya.
Biru – kepercayaan, kehandalan, kekuasaan, kebersamaan, kesejukan.
Kuning – kehangatan, sinar matahari, kegembiraan, kebahagiaan
Orange – muda, kehangatan, bersemangat,
Hijau – alam, segar, dingin, pertumbuhan, perkembangan, melimpah, Natural
Ungu – kerajaan, spiritualitas, martabat, harga diri
Pink – lembut, manis, pemeliharaan, keamanan
Putih – murni, perawan, bersih, muda, ringan.
Black – kecanggihan, elegan, menggoda, misteri
Emas – prestise, mahal, Anggun
Perak – prestise, dingin, ilmiah

Memang tidak ada seorang pun yang menjamin bahwa seseorang akan membeli sebuah produk hanya karena melihat warna dari kemasan produk tersebut. Tapi setidaknya, warna mampu menampilkan kesan dari suatu emosi tertentu yang akan mempengaruhi calon konsumen untuk mengambil keputusan. So, buat para desainer grafis, sudah saatnya memperhatikan setiap warna yang anda berikan pada desain anda.

Salah satu prinsip dasar yang paling penting dalam desain grafis adalah kontras. Kontras berfungsi mengidentifikasi pesan dan menciptakan fokus. Sehingga, secara hirarki audiens dipandu untuk mencerna pesan dan informasi sesuai dengan yang diharapkan. Terlepas dari peran kontras dalam hal fungsi, kontras juga mampu meningkatkan nilai estetis jika digunakan dengan tepat.

Contoh sederhana bagaimana kontras berperan bisa dilihat dari billboard-billboard yang ada dipinggir jalan. Audiens (pengguna jalan) terlalu sibuk. Mereka hanya punya waktu beberapa detik saja untuk melihat dan memahami isi pesan. Jika dalam rentang waktu tersebut desain tidak mampu mentransfer informasi, maka seketika itu pula desain tersebut telah gagal.

People ignore design that ignores people
Frank Chimero

Pada dasarnya, prinsip kontras sederhana, yaitu perbedaan. Kontras akan muncul dengan sendirinya apabila kita membuat perbedaan antara elemen yang satu dengan lainnya. Berikut adalah beberapa bentuk kontras yang umum digunakan desainer grafis dalam sebuah karya :

1) Ukuran

Besar-kecil adalah cara paling lazim yang digunakan untuk membuat kontras. Secara naluri, mata kita lebih cepat dalam menangkap suatu elemen yang lebih besar ukurannya. Desain dibawah ini contohnya, tingkat kontras antara judul dengan body text sangat tinggi. Differensiasi seperti ini selain mengundang perhatian juga mengandung nilai estetika tersendiri.

2) Warna

Logo ‘sertifi’ dibawah ini memvisualisasikan kedalaman dengan membuat kontras antar warna. Karena itu, kita dapat melihat bahwa seolah-olah, jari-jari tersusun mulai dari yang paling dekat sampai dengan yang paling jauh. Padahal ini hanya desain 2 dimensi sederhana dengan menggunakan dua warna.

3) Tekstur

Poster iklan dibawah ini menggambarkan sebuah tangan yang menggenggam kaleng minuman. Kendati warna tangan dan background hampir sama, namun perbedaan tetap muncul. Disini digunakan prinsip kontras yang mengacu kepada tekstur. Tangan dengan tekstur air dapat mudah dibedakan dengan background yang bertekstur butiran air.

4) Posisi

Suatu elemen yang keluar dari barisan atau suatu keteraturan akan tampak mencolok dan berbeda sehingga menciptakan kontras. Layout brosur dibawah adalah contoh sederhana bagaimana judul sangat menarik perhatian karena terletak di posisi yang beda dengan konten yang lain.

5) Bentuk

Logo ‘Oil’ dibawah ini sangat cerdas, sederhana dan fokus. Logo ini menggambarkan tetesan tumpahan minyak. Meskipun memiliki kesamaan warna dengan typeface yang digunakan, kita dapat dengan mudah menangkap tetesan minyak ini karena perbedaan bentuk.

6) Pergerakan

Hanya perlu beberapa detik saja bagi siapapun untuk dapat mengerti pesan dan identitas visual yang ditonjolkan dari logo ‘Killed Production’ dibawah ini. Huruf ‘i’ yang memiliki bentuk dan warna yang sama dengan huruf lain tetap menarik perhatian karena arah pergerakan yang berbeda.

Kontras memegang peranan penting dalam desain grafis, apapun bentuknya. Keberhasilan sebuah desain sangat dipengaruhi oleh bagaimana penggunaan kontras didalamnya. Contoh lain yang bisa saya gambarkan adalah bagaimana kontras pada tombol Add to Cart di toko-toko online bisa berpengaruh kepada tingkat penjualan.

TIPS MEMBUAT BANNER BALIHO

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan bagi seorang desain grafis bila ingin mendesain sebuah banner maupun baliho, karena sizenya yang besar sehingga sangat mungkin mengurangi memory ram dan daya kerja di komputer, komputer kita bisa menjadi sangat lambat aksesnya dan akhirnya memakan waktu yang lama bahkan terkadang komputer bisa hang.

Tips berikut mudah-mudahan bisa bermanfaat khususnya para desain grafis maupun pengunjung blog ini. Tips ini juga hasil dari pengalaman liku-liku saya selama mengerjakan pembuatan banner, baliho dan sejenisnya.

* membuat banner dan baliho bisa memakai adobephotoshop, coreldraw, illustrator dan freehand

* karena proses akhir cetakan menggunakan mesin digital printing upayakan file terkonvert atau di-export ke file JPG dengan proses warna CMYK bukan RGB.

* jangan pernah dilupakan bahwa dalam mengerjakan-nya harus menggunakan warna CMYK sekali lagi CMYK karena hukumnya Wajib dan di haramkan dalam dunia desain. Kenapa ? kenapa tidak boleh RGB, apa artinya RGB dan CMYK. silahkan baca penjelasannya tentang RGB dan CMYK.

* jika ukuran banner sangat besar misal : 2m x 3m, 3m c 4m, 3m x 5m, 10m x 2m, 25m x 3m dan ukuran big size lainnya pakai alternatif resolusi 96 atau 100 dpi.

* jangan membuat ukuran banner khususnya yang besar dan panjang dengan ukuran asli, pakai ukuran image sizenya dengan setengahnya misal ukuran 3×5 meter di perkecil 1.5 x 2.5m dg resolusi 100dpi (di potoshop).

* ukuran big size sebaiknya menggunakan perbandingan dari aslinya misal 50% dari ukuran sebenarnya. gunakan imagesize di photoshop dan atur sesuai kebutuhan.

* usahakan memoy sizenya di sheetnya tidak melebihi 500mb ( maksudnya memory yg dibutuhkan saat mengerjakan desain tersebut, biasanya bisa dilihat di toolbar nav bawah misal Doc: 100M : 50M

* agar gambar tidak pecah ambil gambar ukuran sizenya diatas 150kb atau minimal bila di lihat gambar tidak pecah

* jangan memaksakan gambar yang tidak maksimal karena sangat mempengaruhi hasil dan kualitas, sebagus apapun desain akan mengurangi mutu jika gambar pecah

* resolusi gambar 72dpi bukan berarti gambar jelek dan pecah, coba di cek di photoshop lihat sizenya misal jika size 500pixel resulosi 72 artinya gambar cukup bagus

* deteksi gambar pecah atau tidak harus dilihat resulosi dan pixelnya seimbang

* di coreldraw setelah selesai lebih baik file diexport ke JPG dg resolusi 300 dpi dan original size serta image with CMYK. Semakin besar ukurannya maka resolusi harus dikurangi termasuk prosentasi size nya.

Point point diatas sebenarnya masih banyak lagi karena sebenarnya dasar-dasar pengerjaannya yang harus diketahui adalah seputar resolusi dan size serta pixel.. dalam artian diluar tehnis sejauh mana skill desainer tersebut mengerjakannnya.

All about design grafis

Posted: Juni 15, 2011 in Desain Grafis, image, layout

 

Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis yang saya ambil dari situs http://id.wikipedia.org/ Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi. Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.

Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi. Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition). Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual. Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.

Kategori Desain Grafis Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:

1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.

2. Web Desain: desain untuk halaman web.

3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.

4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.

5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

Program Pengolah Grafis Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.

1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout) Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

– Adobe FrameMaker

– Adobe In Design

– Adobe PageMaker

– Corel Ventura

– Microsoft Publisher

– Quark Xpress

2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

– Adobe Illustrator

– Beneba Canvas

– CorelDraw

– Macromedia Freehand

– Metacreations Expression

– Micrografx Designer

3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik. Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:

– Adobe Photoshop

– Corel Photo Paint

– Macromedia Xres

– Metacreations Painter

– Metacreations Live Picture

– Micrografx Picture Publisher

– Microsoft Photo Editor

 – QFX – Wright Image

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ada 2 tipe image di dunia desain grafis :

1. bitmap : objek gambar di bentuk dari kumpulan titik kecil yg disebut pixel. contoh : foto digital dan image dengan format JPEG, PNG, dsb.

2. vector : objek gambar dibentuk dari gabungan titik dan garis yg memiliki algoritma matematika tertentu. contoh : font, shape, dan gambar2 dengan format ps,dsb.

Program Pengolahan Gambar bitmap : Adobe Photoshop, PaintShop Pro, corel photo paint, Ms. Paint, dll

Vector graphic: Adobe Flash, Illustrator.CorelDRAW, dll keunggulan : Keunggulan Grafis Vektor · ukuran file biasanya lebih kecil daripada gambar tipe bitmap. · bisa di resize lebih besar tanpa mengurangi kualitas (gambar tidak pecah,tidak ada noise dan blur) · Dapat dicetak pada resolusi tertinggi printer Anda Keunggulan Grafis Bitmap · bisa memciptakan image dengan warna yag lebih kompleks (ex: foto) · pengeditan perpiksel / per-area jauh lebih dimungkinkan colour management Ada aturan aturan dalam mewarnai yang disebut Law of Colouring warna dasar warna dasar adalah warna2 utama yang tidak dapat diciptakan dari waena2 lain. penggabungan warna-warna ini menghasilkan warna2 sekunder tertier dan warna2 lain.

warna dasar dibagi menjadi 3 yaitu

1. warna dasar alam : RYB (red, yellow, blue) / merah, kuning biru warna2 dasar ini berlaku di alam… misalnya kita corat-coret pake crayon warna… goreskanlah wrena merah, lalu tumpuki dengan warna biru… pasti akan menghasilkan warna ungu….

2. warna dasar digital : RGB (red, green, blue) / merah, hijau, biru ini adalah warna2 dasar yang dipake untuk merepresentasikan citra di dunia digital (misal: monitor, HP, MP4,dll), jadi monitor kita bisa menampilkan beraneka ragam warna sebenarnya dibentuk dari warna yg disusun oleh tiga komponen warna utama ini…. biasanya sisem warna digital ini memiliki 256 tingkat saturasi… (0-255)

3. warna dasar cetak : CMYK (cyan, magenta, yellow, black) / biru muda, ungu, kuning, dan hitam ini adalah warena dasar yang dipakai pada dunia percetakan…. contoh gampangnya adalah printer yg kita miliki masing2… kalau kita mengi ulang… pasti disana ada 4 macam ink tank…. nah.. tiap ink tank tersebut mewakili warna-warna ini (biasanya ink tank warna hitam disendirikan karena kebutuhan warna hitam lebih biasanya banyak)… dari 4 warna tersebut… printer bisa menghasilkan berbagai warna….