Archive for the ‘Font’ Category

Akhir-akhir ini saya menerima email dari teman-teman desainer dan beberapa siswa yang menanyakan tanggapan terhadap suatu desain Company Profile dan Identity Design yang sedang mereka kerjakan. Banyak dari email tersebut pada umumnya di dasarkan sekitar pertanyaan : ‘Font apa terlihat lebih baik?’ atau ‘Menurut Anda mana yang lebih baik untuk hal ini, tipeface ringan atau tipeface berat / heavy?’

 

Pertanyaan-pertanyaan ini membuat saya berpikir ulang tentang cara saya mengerjakannya dan membuat pilihan, secara lebih rinci kenapa saya menetukan pilihan tipeface yang pasti ketika memadukan sebuah tipeface / jenis huruf dengan suatu desain tanda logo atau simbol, membuat desain logo. Lanjutkanlah membaca beberapa tips dan metode berikut untuk membantu menentukan tipeface yang lebih relevan dan cocok untuk suatu tanda logo dan menyeluruh memperbaiki keputusan tipografi Anda.

Catatan : dibawah ini dapat juga juga diartikan kedalam semua elemen tipografi

Ketahui Sejarah Anda

Memilih suatu tipeface font yang pantas dan relevan untuk suatu desain logo dimulai dasar pemahaman sejarahnya (yang seringkali lebih kepada suatu pengakuan).

Seorang type designer / desainer font [yang baik] menciptakan suatu tipeface tidak hanya sekedar menjadi sesuatu yang indah dilihat. Kualitas tipeface itu sendiri dirancang untuk cocok pada jaman tertentu atau gaya pada jamannya dan cocok pada medium yang spesifik. Daripada menceritakan sejarah tipeface untuk artikel ini, disini ada beberapa artikel dan buku untuk penjelasan lebih lanjut dan pembelajaran.

Saya tidak mengatakan bahwa Anda perlu untuk mengetahui semuanya yang ada pada artikel tersebut mengenai setiap tipeface yang ada, tetapi melakukan beberapa pekerjaan rumah tersebut akan membawa Anda pada suatu cara yang membutuhkan waktu yang lama ketika memilih solusi tipeface font terbaik untuk desain logo Anda.

Dapatkan suatu rasa pada kurva dan bentuk

Lain waktu ketika Anda memilih suatu font, cobalah untuk memperbesar tampilannya (zoom in) kemudian analisa kurva dan bentuk dari suatu tulisan sample.

Mari kita bandingkan huruf kecil ‘A‘ pada FF Absara dan Bienetresocial (free font); huruf A dengan tipeface Absara mempunyai kurva yang lebih tajam dan lurus pada perbandingan dengan Bienetresocial yang memiliki kurva melingkar (rounded). Bentuk tulisan -letterform Absara terlihat untuk muncul berpahat, sedangkan Bienetresocial terlihat lebih mengalir dan halus.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Jadi apa yang dapat dilakukan dengan mengetahui hal di atas pada saat memadukan logo dengan tipeface? Baiklah, suatu desain logo dengan sudut yang drastis dan penjuru mungkin akan terlihat lebih baik dipadukan dengan Absara karena secara mimik rupa tipeface Absara lebih terlihat punya karakteristik yang mewakili logo tersebut, sementara itu desain logo yang mempunyai tipikal sudut yang melingkar atau tumpul akan terlihat lebih baik bila dipadukan dengan Bienetresocial.

Juga, banyak desainer logo yang akan merancang ulang desain atau memodifikasi tipeface yang sudah ada untuk membantunya mendapatkan paduan logo dan rasa yang lebih cocok.

Kepribadian

Sama seperti ketika Anda menentukan musik, mobil dan desain rumah, harus sesuai dengan kepribadian Anda bukan? Mari kita lihat Public Gothic (free font). Sebagaimana desainer menyatakan kepribadiannya adalah ‘sedikit keindustrian atau sedikit vintage’. Sekarang mari kita lihat penggunaan Public Gothic pada penggunaan yang baik (tidak berhubungan dengan logo namun untuk tujuan contoh).

Dibawah ini merupakan website Happy Cog’aoke yang didesain oleh Happy Cog, menggunakan Public Gothic sebagai masthead (kepala surat kabar atau headline) Happy Cog’aoke mereka.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Tipeface atau elemen desain pada website mereka saling berkomplimen satu sama lain dengan baik. Kepribadian ‘industial vintage’ dari Public Gothic berjalan baik dengan tekstur latar dan garis mirip kotak sirkuit dipakai pada website tersebut. Sebuah kemenangan kombinasi dari keseluruhan tampilan website yang hebat.

Pikirkan tentang tampilan / rasa –display and feel dari pasar -target market klien Anda, dan keseluruhan impresi yang ingin Anda coba berikan dengan logo Anda kemudian padukan hal tersebut dengan kepribadian/ personality tipe font (termasuk juga permainan kata-kata yang ada didalamnya). Jika anda pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk menentukan kata kunci yang mirip diantara target market, tanda / simbol, dan atau tipeface maka pasti ada disuatu tempat -sesuatu hal yang perlu disesuaikan, dibuang dan dimodifikasi. Sebenarnya inilah maksud dari ilmu grafis.

Kontras

Kontras adalah sesuatu yang penting dalam suatu desain, dia memberikan perbedaan-perbedaan dan emphasis dimana dia dibutuhkan. Cobalah untuk memadukan tanda atau bentuk yang lebih tebal -lebih mencolok dengan tipeface yang lebih kurus untuk menambahkan atmosfir, ruang dan atau tegangan.

Sebagai contoh, identitas baru untuk Armani Exchange (A|X) menggunakan sebuah kombinasi antara kotak yang tebal, padat, dan tegas dengan sebuah tipeface yang memiliki kontras yang baik dengan garis tipisnya untuk menambah kontras pada tegangan kotak dan garis lebih tebal untuk menambah hubungan relasi pada kotak hitamnya.

Ini juga merupakan contoh yang baik dari memberi perhatian pada shape dan form, sebagai sebuah hal yang lurus, panjang dan horisontal, Serif berdiri tegak lurus dengan garis dari kotak. Yang membawa kita pada kesamaan point selanjutnya.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Kesamaan

Pada kontras (sekali lagi, termasuk juga permainan kata-kata) pada hal di atas, cobalah untuk menyeimbangkan berat tanda logo kepada tipeface yang terpilih untuk menciptakan hubungan relasi yang lebih kuat.

Mari kita lihat pada contoh identity Exact berikut. Garis pada simbol ‘sama dengan’ (=) sama tebalnya dengan ketebalan bentuk huruf pada tulisan exact. Hal ini menciptakan keseimbangan dan sekaligus hubungan relasi antara dua elemen desain yang saling terpisah satu sama lain dan bekerja untuk membawa mereka bersama-sama. Sebagai ganti tegangan kita sekarang mempunyai keseragaman elemen.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Readability

Ketika mendesain untuk setiap medium atau subjek, Anda harus tidak membiarkan suatu gaya / style menghalangi desain. Lebih pentingnya, style tidak boleh merintangi usability, dan dalam kasus ini adalah readability dari suatu tipeface.

Pilihlah logo yang tidak hanya bagus digunakan pada ukuran yang besar saja, dia harus juga prima dalam ukuran kecil. Pastikan dia terlihat bagus secara sempurna pada ukuran font 18-point di layar monitor Anda, tetapi ingat bahwa logo seringkali muncul pada sudut yang sempit atau pada business card, dia membutuhkan kemampuan keterbacaan pada ukuran yang sangat kecil.

Ketika menguji suatu tipeface, jangan lupa untuk menyusutkan ukuran mereka pada layar monitor sebagai langkah tambahan saat mencetak mereka pada ukuran kecil. Jika dia susah dibaca maka sangat mungkin bukan merupakan solusi yang terbaik.

Terakhir, dua pemikiran

Bertentangan dengan hal-hal di atas, dalam ilmu grafis suatu logo sudah seharusnya tidak dibuat berdasarkan suatu tanda atau simbol. Banyak diantara logo yang paling sukses adalah mereka yang memakai logo berbasis tulisan (logotype) yang mudah diingat sekaligus indah yang menampilkan tipeface atau desain custom type.

Kedua, hal-hal di atas dalam memadukan font tidak hanya terkait dengan logo dan tanda simbol. Banyak dari tips-tips di atas dapat juga digunakan pada kesemua bentuk tipografi -untuk menentukan headline untuk sebuah artikel, sebagai contoh, adalah teknologi atau cara untuk menentukan hierarki suatu buku bertemakan burung.

Tidak untuk dikatakan, Anda harus memulai untuk mendesain tipeface atau sekedar mengetahui bagaimana cara untuk mengidetifikasi setiap tipeface pada market, tetapi untuk mempunyai pemahaman yang kuat pada tipografi, aturan main, dan sejarah akan membawa Anda dan hasil desain Anda pada perjalanan yang panjang.

Tipografi yang efektif

Posted: Juli 12, 2011 in Font, Tipografi

Ketika menggabungkan tipografi, ada beberapa prinsip penting yang Anda perlukan untuk tetap Sebaliknya pikiran, yaitu dan suasana hati. Efektif menggabungkan tipografi adalah keterampilan paling baik dipelajari melalui praktek, dan trial-and-error. Setelah Anda menguasai prinsip-prinsip dibahas di sini, Anda akan memiliki alat yang Anda perlu mencoba kombinasi sementara membuat dugaan terpelajar tentang apa yang akan dan tidak akan bekerja sama.

Di sini, kita sebagian besar meliputi menggabungkan dua tipografi, seperti yang Anda lakukan untuk menyalin tubuh dan berita. Pada bagian berikutnya, kita akan membahas menggabungkan lebih dari dua tipografi untuk hal-hal seperti navigasi, keterangan gambar, dan banyak lagi.

Kontras

Kontras adalah salah satu konsep yang paling penting untuk memahami ketika datang ke tipografi menggabungkan. Tanpa kontras yang tepat, tipografi cenderung bentrokan, menciptakan tampilan, acak tersebar desain Anda (dan bukan dalam cara yang baik). Menciptakan kontras yang tepat bergantung pada beberapa prinsip, yang semuanya dibahas di bawah ini.

Tapi pertama-tama, apa sebenarnya kontras? Kontras adalah jumlah perbedaan antara dua tipografi. Tipografi yang terlalu mirip cenderung bentrokan. Pikiran Anda tidak langsung mengenali bahwa mereka tipografi yang berbeda, dan ketika akhirnya terjadi, itu gemuruh. Tipografi yang terlalu berbeda dapat muncul sembarangan dan kebetulan, yang bisa sama gemuruh.

Berat

Berat tipografi memainkan peranan besar dalam penampilan. Kita sering berpikir berat dalam hal “cahaya”, “biasa”, “menengah”, “berani”, dll Tapi tipografi yang berbedamemiliki berbagai berat untuk memulai dengan. Menggabungkan tipografi sebagian besar didasarkan pada berat badan adalah cara yang cukup lurus ke depan menciptakan kontras tipografi.

Anda akan ingin mencari tipografi yang memiliki perbedaan mencolok dalam berat badan, tanpa terlalu ekstrim. Perbedaan yang sangat ekstrim dalam berat badan perlu dibuat untuk dengan kesamaan dalam hal lain, terutama struktur dan gaya.

Gaya dan Dekorasi

Gaya tipografi memiliki dampak besar pada bagaimana hal itu diterima. Umumnya, ketika bekerja dengan gaya, kau akan baik menggunakan gaya biasa atau miring. Menggaris bawahi juga digunakan, tetapi dalam desain web, mereka hanya harus digunakan untuk link (jika tidak, mereka membingungkan). Dekorasi lainnya termasuk hal-hal seperti bayangan garis besar atau drop, yang keduanya dapat digunakan untuk menyatukan berbagai tipografi.

Gaya dan dekorasi juga dapat digunakan untuk membuat kontras dalam sebuah keluarga tipe atau jenis huruf. Kombinasikan font teratur dan miring, bobot bervariasi, dan hal-hal seperti bayangan atau garis besar untuk membuat variasi dalam keluarga font dan tipografi kontras memadai.

Skala dan Hirarki

Skala tipografi, atau ukuran mereka relatif terhadap satu sama lain, merupakan faktor penting dalam menggabungkan tipografi. Hirarki elemen yang berbeda dalam desain sangat dipengaruhi oleh skala tipografi yang digunakan. Misalnya, judul Anda jelas harus lebih besar dari copy paragraf Anda. Untuk akhir yang sama, judul H1 Anda harus lebih besar dari judul Anda H2, dan sebagainya.

Sebagai aturan umum, hierarki Anda harus mulai dengan H1 pos menjadi yang terbesar, dan meta informasi Anda atau keterangan harus terkecil. Anda perlu menyeimbangkan perbedaan dalam skala dengan perbedaan dalam berat dan gaya, juga, sehingga Anda tidak memiliki terlalu banyak variasi dalam ukuran antara font terbesar dan terkecil.

Classificiation

Secara umum, ketika menggabungkan tipografi, Anda akan ingin memilih orang-orang yang bukan berasal dari klasifikasi yang sama. Kombinasikan serif dan sans-serif, atau serif dan script, dll, dan Anda akan memiliki waktu yang jauh lebih mudah datang dengan kombinasi yang memiliki kontras yang tepat dan tidak berbenturan.

Menggabungkan tipografi dalam klasifikasi yang sama kadang-kadang mungkin, tetapi ada beberapa pertimbangan tambahan. Untuk satu, Anda ingin menemukan jenis huruf yang cukup berbeda bahwa mereka segera dikenali sebagai tipografi yang berbeda, sementara juga menggunakan tipografi yang memiliki suasana hati yang sama, struktur, dan faktor-faktor lain yang mengikat mereka bersama-sama. Untuk batas tertentu, trial and error adalah taruhan terbaik untuk menemukan tipografi dalam klasifikasi yang sama yang dapat bekerja sama.

Salah satu trik adalah memilih tipografi yang dalam klasifikasi umum yang sama, tetapi jatuh di bawah sub-kelas yang berbeda (seperti serif dan serif  slab modern, atau sans serif geometris dengan Grotesk). Hal ini memberikan kontras yang lebih benar dari awal.

Struktur

Struktur tipografi memainkan peran besar dalam cara kerjanya dengan tipografi lainnya. Anda juga perlu memilih tipografi yang memiliki struktur yang sangat, sangat mirip, atau struktur yang sangat berbeda. Letterforms yang hanya sedikit serupa akan bentrok. Tipografi yang sangat berbeda dalam cara lain dapat disatukan dengan struktur serupa mereka, meskipun sebaliknya jarang bekerja dengan baik.

Lihatlah letterforms sisi-sisi oleh-dan melihat jika mereka berbagi bentuk mirip atau faktor lainnya (seperti x-tinggi). Ini lebih baik untuk pergi dengan struktur yang sangat berbeda dari struktur yang hampir sama tapi tidak cukup.

Warna dan Tekstur

Bila Anda perlu menambahkan kontras visual atau menyatukan tipografi yang berbeda, penggunaan warna dan tekstur dapat melakukan keajaiban. Sebagai contoh, ketika Anda perlu menambahkan kontras antara tipografi yang hampir identik (atau dalam sebuah keluarga tipe tunggal), mengubah warna dari beberapa elemen langsung menambahkan bunga. Menambahkan tekstur memiliki efek yang sama.

Atau, jika Anda memiliki sangat berbeda tipografi, warna dan tekstur dan menyatukan mereka tipografi, menciptakan tampilan yang harmonis. Prinsip-prinsip teori warna masih berlaku untuk tipografi, jadi pastikan Anda tidak pergi ke laut menggabungkan warna.

Ekstrim Kontras

Kontras ekstrem bisa menjadi pilihan bagus jika Anda bekerja dengan tampilan tipografi atau script. Dalam hal ini, bisa sulit untuk menemukan tipografi dengan kontras yang baik yang tidak terlalu berbeda. Jadi daripada mencoba untuk melakukan itu, pergi untuk tipografi yang sama sekali berbeda. Cobalah menggabungkan jenis huruf yang agak sederhana dengan sesuatu yang lebih rumit untuk hasil terbaik, daripada dua tipografi yang rumit.

Suasana hati (feeling)

Suasana dari tipografi yang Anda pilih adalah penting untuk cara mereka bekerja sama. Suasana hati bisa apa saja dari formal ke santai, menyenangkan untuk serius, modern klasik, atau apa pun di antara. Ini adalah di mana banyak orang mengalami kesulitan dengan menggabungkan tipografi. Memilih tipografi yang tidak hanya memiliki mirip (atau pelengkap) suasana hati, tetapi juga memiliki suasana hati sesuai dengan proyek yang sedang Anda merancang sangat penting.

Poster adalah salah satu media visual yang sangat efektif digunakan dalam mengkomunikasikan pesan kepada publik. Ada banyak style desain poster yang digunakan agar dapat menarik perhatian, termasuk salah satunya adalah tipografi. beberapa desain poster dibawah ini mengusung gaya tipografi yang unik dan menarik. Beberapa mungkin bukan gaya baru, tapi juga belum terlalu banyak digunakan hingga tetap menarik untuk dinikmati. be inspired! 🙂

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Bicara desain grafis, maka tidak lepas dari yang namanya komunikasi alias penyampaian pesan melalui visual. Komunikasi adalah faktor penting dalam desain grafis, selain estetika alias seni dalam menyajikan pesan visual tersebut.

Dalam komunikasi visual, teks memegang peranan yang vital. Penggunaan teks dalam penyampaian pesan sangat efektif karena kemampuan teks dalam menyampaikan pesan secara rinci dan lebih detail.

Namun begitu, terkadang tidak selamanya penyampaian pesan melalui teks dapat seefektif yang diharapkan. Beberapa kesalahan fatal justru membuat kesan yang tidak baik dan mengaburkan isi pesan.

Berikut beberapa tips dari DesainStudio tentang bagaimana cara yang baik dalam meramu teks menjadi sarana penyampaian pesan yang efektif melalui desain visual.

1. Memilih Font/Jenis Huruf yang Tepat

Setiap font mempunyai ciri khas tersendiri yang berfungsi menyuarakan pesan dengan karakter tersendiri pula. COntoh : Jika pesan yang disampaikan ingin tampil elegan dan terkesan profesional, maka font yang digunakan juga jenis font yang tegas, bersih dan elegan. Sebaliknya, jangan gunakan font-font yang memiliki karakter fun, ceria, dan kekanak-kanakan untuk pesan semacam ini.

2. Fokus Pesan

Desainer grafis dituntut untuk mampu membimbing pembaca dengan baik. Oleh karena itu, dalam meramu teks sebagai pesan visual, sebaiknya pilah dulu jenis-jenis pesan yang ingin disampaikan. Biarkan pembaca dengan mudah mengenali apa yang seharusnya dibaca lebih dahulu dan apa yang akan dibaca setelahnya.

3. Memperhatikan Grid

Perhatikan dengan baik grid antar satu bagian teks dengan yang lain. Jangan biarkan terlihat berantakan dan tidak profesional sehingga tidak menarik perhatian.

4. Terlalu Banyak Font

Tetap gunakan maksimal 2 atau 3 font dalam sebuah desain. Jangan gunakan terlalu banyak font. Karena, selain akan kelihatan berantakan, ini juga dapat mengaburkan isi pesan sehingga tujuan dari pesan tidak akan tersampaikan dengan baik

5. Kerning

Kerning adalah jarak antar huruf. Berikan jarak yang cukup antar huruf, jangan terlalu dekat dan jangan pula terlalu jauh.

6. Proporsional Bentuk Teks

Setiap font sudah dirancang sedemikian rupa dengan memperhitungkan berbagai hal. Jangan sembarangan mengutak atik sebuah font seperti merubah proporsional bentuknya dan menarik-narik font dengan sembarang.

7. Perhatikan Kontras

Menjaga kontras antara teks dengan background adalah suatu hal yang dapat membuat pesan lebih mudah sampai ke pembaca visual. Kontras yang tidak baik tidak hanya membuat teks tidak terbaca, tapi juga membuat mata sakit. Sedikit informasi : Pembaca visual sangat benci dengan hal yang seperti ini.

8. Lebar Paragraf

Jangan biarkan pembaca menggelengkan kepala sedemikian jauh untuk membaca baris perbaris isi pesan. Selain capek (tentu saja), Pembaca akan kehilangan fokus terhadap baris yang dibacanya.

9. White Space

White space adalah ruang kosong yang berfungsi memberikan penekanan terhadap pesan yang ada didalamnya. Berikan sedikit margin atau ruang disekitar teks. Hal ini sangat bagus untuk membuat pesan tampak elegan dan memberi fokus yang baik kepada pesan. Selain itu, desain juga tidak tampak penuh sesak. Ingat! semakin penuh, maka pembaca akan semakin menjauh.

10. Pilih Font yang mudah dibaca

Mulai sekarang, berhenti menebar pesona dengan meletakkan font-font yang unik dan aneh kepada desain anda. Karena memang bukan itu tujuan dari desain. Kita ingin berkomunikasi, menyampaikan pesan hingga sampai kepada konsumen. Font yang sulit dibaca walah aneh sedemikian rupa akan membuat pembaca menjauh. Bayangkan jika ada sebuah baliho dipinggir jalan. Pembacanya pastilah pengguna jalan yang akan membacanya sekali lintas, mereka tidak punya waktu untuk mendekat ke baliho dan mengejanya satu persatu. Ingat! pembaca visual itu sibuk bukan kepalang.. jadi pintar-pintarlah untuk mengakalinya. 😀

Less is More! Mungkin ungkapan ini sudah tidak asing ditelinga para desainer grafis. Suatu ungkapan yang mengacu kepada pentingnya kesederhanaan dalam mengkomunikasikan pesan visual. Dalam desain logo, hal ini merupakan aturan standar, dipakai oleh desainer logo diseluruh dunia dan diturunkan dari generasi ke generasi. Hingga kadang, kita sendiri melupakan esensi utama untuk mencari tahu kenapa aturan kesederhanaan ini digunakan.

Mari kembali ke pertanyaan sederhana ini : “Kenapa logo harus sederhana?

Berikut beberapa pemikiran pribadi berbuah alasan kenapa kesederhanaan dalam logo itu penting :

1) Mudah Diingat

Ditengah kepungan lautan merek yang setiap hari tertangkap mata, maka mengingat salah satunya akan menjadi hal yang sangat sulit. Pada dasarnya, otak manusia menangkap suatu elemen visual dalam bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, segi empat, dsb. Kemudian berlanjut kepada menangkap tampilan-tampilan yang lebih detail dan rumit. Oleh karena itu, semakin sederhana bentuknya, maka akan semakin berpeluang sebuah logo membekas di benak audiens.

2) Timeless

Sebuah logo yang sederhana tidak akan mudah termakan waktu dan perkembangan trend. Sederhana tidak berarti membuat jenuh. Malah sebaliknya, kesederhanaan akan memperkuat karakter dari sebuah merek. Kesederhanaan bersifat pasti, jelas, dan tanpa embel-embel yang membingungkan.

3) Konsisten

Sebuah logo bisa saja dikatakan baik dengan melihat visualnya saja. Tapi untuk melihatnya berhasil dan bekerja efektif, perlu adanya penerapan secara konsisten dalam setiap media promosi yang digunakan. Hal ini akan sulit dilakukan jika logo terlalu rumit. Kesederhanaan bentuk akan membuat konsistensi logo terjaga, bahkan ketika diukir di atas aspal sekalipun.

4) Efisien

Basa-basi (dalam bentuk apapun) selalu saja berhasil membuang-buang waktu, termasuk dalam desain logo. Berikan apa yang dibutuhkan audiens secara langsung, jangan buat mereka berfikir dan menerka-nerka. Logo yang sederhana akan sangat efisien menciptakan komunikasi langsung, jelas, dan tidak membuang-buang waktu.

JENIS JENIS LOGO

Posted: Juni 28, 2011 in Desain Grafis, Font, Tipografi

Setiap harinya, kita melihat banyak sekali logo bertebaran dimana-mana. Mulai dari logo-logo website ketika sedang browsing, sampai kepada logo-logo perusahaan maupun lembaga disepanjang jalan-jalan kota. Kita juga melihat berbagai macam variasi dalam logo-logo tersebut, Mulai dari yang elegan, simple, rumit, sampai yang aneh sekalipun ada. Namun demikian, pada dasarnya, logo itu hanya terbagi kepada tiga jenis saja.

Ketiga jenis logo Tersebut adalah, Icon logo, type/teks, dan logo dengan kombinasi antara keduanya.

1. ICON LOGO

Icon logo adalah logo yang berdiri pada sebuah icon khusus. Sebagai contoh, logo Apple, Nike, MSN dan masih banyak lagi yang lainnya. Ikon logo sangat efektif jika logo lebih ditujukan untuk menanamkan brand karena sifatnya yang memorable (mudah diingat) dan simple.

2. TEKS/TYPE LOGO

Logo dalam jenis ini adalah logo yang berupa teks/typo, yaitu kumpulan huruf yang biasanya berupa nama atau inisial perusahaan terkait. contoh dari logo jenis ini dapat ditemukan pada logo Walt Disney, CNN, Fedex, dll.

3. KOMBINASI TEKS DAN IKON

Logo jenis ini adalah kombinasi dari kedua jenis logo diatas, yaitu berupa perpaduan antara teks dan ikon. Jenis logo seperti ini adalah yang paling mungkin untuk memuat informasi lebih banyak, namun sangat riskan, mengingat ada lebih banyak item yang harus diletakkan sehingga ditakutkan akan tidak mudah untuk diingat.

Dalam artikel sebelumnya, kita telah mengenal pengertian dan fungsi dari branding dan logo. Kali ini, kita akan masuk kepada panduan praktis tentang bagaimana membuat sebuah logo. Panduan ini telah banyak digunakan oleh desainer logo terkenal dunia dan terbukti efektif menciptakan logo-logo terkenal yang fungsional dan mampu memenangkan perhatian target konsumennya. Semoga panduan singkat ini dapat memberikan kontribusi dan sumber pembelajaran bagi mereka yang menggeluti bidang desain logo.

Beberapa tahap penting yang harus diperhatikan dalam desain logo meliputi:

1) Riset

Panduan Membuat Logo

img source

Riset adalah faktor yang paling penting ketika kamu mulai untuk mendesain sebuah logo. Riset kita gunakan untuk mendapatkan banyak informasi tentang perusahaan yang akan berguna sebagai dasar dan panduan kita dalam menciptakan konsep. Mulai lakukan riset dengan mempelajari perusahaan klien, baik dalam segi keunggulan dan kelemahan, maupun sisi unik dan layanan yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.

Kembangkan riset dengan mencari tahu siapa target konsumen perusahaan. Cari tahu rata-rata usia, kemampuan ekonomi, gaya hidup, dan status sosial target konsumen. Informasi ini berguna sebagai patokan agar logo nantinya sesuai dan dapat diterima oleh target pasar yang dituju.Riset juga meliputi pencarian informasi terhadap persaingan di bidang industri yang digeluti perusahaan. Pelajari juga konsep branding yang digunakan kompetitor klien dalam memperkenalkan merek mereka.

2) Konsep

Panduan Membuat Logo

img source

Setelah tahap riset selesai, dan kita telah mendapat cukup informasi tentang perusahaan, maka kita akan masuk kepada tahap mentransfer informasi tersebut kedalam sebuah konsep. Konsep disini bisa kita artikan dengan panduan bagaimana logo akan didesain. Pada tahap ini, kita akan melalui sebuah proses untuk menemukan ide yang tepat untuk disulap menjadi sebuah logo.

Cara umum yang efektif dan sering dipakai dalam menemukan ide dan konsep yang matang adalah dengan mind mapping (pemetaan pikiran). Dengan mind mapping, kamu akan menemukan ide-ide dengan proses yang sederhana, yaitu dengan memetakan setiap kata kunci yang mungkin terkait dengan perusahaan. Kamu bisa baca selengkapnya tentang mind mapping dalam desain grafis disini : Mind Mapping dalam Desain Grafis

Selain itu, tahap ini juga meliputi pencarian inspirasi terkait dengan project logo yang sedang kita kerjakan. Kita mulai dengan mencari logo-logo dari perusahaan kompetitor untuk melihat bagaimana mereka merefleksikan perusahaan mereka melalui sebuah logo. Lihat juga trend logo yang umum dipakai dalam industri perusahaan yang sedang kamu desain logonya. Proses ini akan memberikan kita informasi untuk menampilkan sesuatu yang unik dan berbeda dari perusahaan-perusahaan kompetitor.

3) Sketsa

Panduan Membuat Logo

img source

Sketsa adalah proses penting dimana kita bisa menemukan berbagai kemungkinan dengan cepat dalam waktu yang cukup singkat. Agency branding dan visual identity terkenal di dunia sepert Landor juga masih mengandalkan sketsa dalam proses pembuatan sebuah logo. Jadi jangan terburu-buru untuk langsung terjun ke komputer. Berlama-lama lah dahulu di sketsa sampai kamu menemukan beberapa bentuk yang sesuai untuk dieksekusi dalam format digital.

Gunakan variasi untuk logo dalam sketsa. Misalnya, logo dengan ikon, logo tanpa ikon, maupun penggabungan dari keduanya. Kecuali memang ada batasan khusus dari klien mengenai bagaimana jenis logo yang mereka inginkan.

4) Eksekusi

Panduan Membuat Logo

img source

Tahap ini merupakan suatu proses yang sifatnya teknis. Disini kamu mulai mentransfer hasil sketsa kedalam software grafis seperti Adobe Illustrator, CorelDRAW, atau Inkscape. Saya sarankan untuk tidak menggunakan aplikasi berbasis raster seperti Photoshop, karena logo harus bisa diskalakan ke dalam berbagai ukuran. Aplikasi pengolah gambar vektor tetap jadi pilihan terbaik karena tidak terpengaruh resolusi gambar.

Dalam tahap eksekusi ini, kamu harus sudah paham bagaimana cara menggambar vektor dengan baik untuk menghasilkan lekukan yang sempurna sehingga logo tampak enak untuk dilihat. Dalam proses ini, sebaiknya juga dimulai dengan tampilan logo hitam dan putih. Logo yang bagus dalam tampilan hitam dan putih juga akan bagus dalam tampilan berwarna. Selain itu, pelajari tipografi dan prinsip dasar penggunaan warna dalam desain grafis.

5) Uji coba

Panduan Membuat Logo

Ada beberapa uji coba/tes kecil yang harus dilakukan untuk melihat fungsi sebuah logo :

1) Tes tampilan logo dalam berbagai variasi ukuran, perhatikan apakah logo akan kehilangan bentuk dalam ukuran kecil.

2) Tes tampilan logo dengan meletakkannya diantara logo-logo perusahaan kompetitor dan diantara logo-logo yang sudah terkenal. Lihat apakah logo cukup menarik perhatian dan punya ciri khas unik yang membedakannya dengan yang lain.

3) Tes tampilan logo jika dikombinasikan dengan background yang variatif seperti background terang, gelap, maupun background bertekstur dan dengan gambar sebagai latar belakang.

6) Evaluasi

Panduan Membuat Logo

img source

Posisikan diri sebagai target konsumen dan tanyakan pada diri kamu sendiri beberapa hal ketika kamu melihat logo tersebut:

1) Bagaimana perasaan kamu ketika melihat logo tersebut?
2) Apakah logo cukup relevan dan mampu menjelaskan apa yang ditawarkan perusahaan?
3) Apakah logo cukup unik sehingga mudah diingat?
4) Apakah logo membangun trust (kepercayaan) pada diri kamu terhadap perusahaan?
5) Apakah bentuk visual logo cantik dan menarik?
6) Apakah logo cukup menarik perhatian?

7) Feedback

Panduan Membuat Logo

img source

Terakhir dan cukup penting, dapatkan feedback atau masukan membangun dari sebanyak mungkin orang yang bisa kamu mintai feedback. Feedback juga merupakan evaluasi namun melibatkan orang lain. Hal ini penting untuk menyerap pendapat, masukan, dan kritik membangun sebelum logo mulai dipresentasikan kepada klien.