Arsip untuk Juli, 2011

Anda tentu masih ingat tujuan dari belajar Nirmana pada artikel sebelumnya? Ya,betul, untuk melatih ketrampilan teknis dan kepekaan estetik. Bohong, kalau seorang desainer grafis ga punya ketrampilan teknis dan kepekaan estetik. It’s bullshit! Mana ada ngaku-ngaku desainer apapun bidangnya, mau desain grafis, desain interior, desain otomotif, desain rumah, desain tekstil, dan desain-desain lainnya tapi tidak mempunyai ketrampilan teknis dan kepekaan estetik.

Kalau jaman belum digital seperti sekarang ini, ketrampilan teknis yang dilatih pada Nirmana adalah bagaimana menggunakan kuas, cat air, cat poster, pena, air brush, pen brush, dan alat melukis/menggambar lainnya. Tapi sejak era digital semakin mudah dan memasyarakat, maka penggunaan alat –alat tersebut semakin berkurang, malah cenderung banyak yang sudah meninggalkannya kecuali bagi para desainer/ilustrator yang kemampuan menggambarnya sangat khas sehingga tidak bisa digantikan oleh komputer. Dan memang hasil goresan tangan tetap tidak bisa tergantikan oleh alat apapun termasuk komputer.

Lain lagi dengan melatih kepekaan estetik, untuk yang satu ini perlu perjuangan panjang, alias ga ada matinya. Coba bayangin kita harus belajar dari dasar dulu seperti pada contoh-contoh pola dasar tata letak Nirmana seperti di bawah ini ya… :





Nah, itulah contoh tata letak dasar Nirmana. Bila kita serius menekuni proses belajar Nirmana ini, baik ketrampilan teknis maupun kepekaan estetik, ya cuma ketrampilan teknis dan kepekaan estetik, hmmm,…  langkah menjadi desainer grafis akan semakin terlihat… (tapi jangan senang dulu lho, ke dua hal tersebut tidak sedikit dan tidak mudah, tetap dibutuhkan ketekunan, kesabaran dan mau terus belajar, ini kuncinya)…

Mungkin secara awam, segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan visual akan dikatakan dengan desain grafis. Walaupun sebenarnya desain dan seni itu adalah dua hal yang berbeda pengertian. Artikel ini ditulis karena berangkat dari pemahaman yang keliru oleh sebagian orang mengenai pengertian desain grafis dan seni visual.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin

Desain Grafis sebagai seni terapan adalah bentuk seni yang penerapannya berlaku secara umum dalam bentuk komunikasi visual. Desain grafis adalah suatu teknik merancang tampilan grafis agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan target konsumen. Dalam hal ini, egoisme desainer harus dikesampingkan dan lebih mengedepankan fungsi dari desain grafis itu sendiri.

Hal itu lah yang membuat desain grafis berbeda dengan seni visual (visual art). Sebuah karya seni lebih bersifat ekspresif dan tidak punya tujuan secara umum. Seni bersifat individual dan berorientasi kepada ekspresi dan kepuasan dari pembuatnya (seniman). Sedangkan desain grafis berorientasi kepada kegunaan atau fungsinya. Desain grafis yang baik akan dilihat dari seberapa besar impact dari karya yang dihasilkannya.

Sebagai contoh, kita dapat membandingkan sebuah lukisan dengan sebuah poster. Lukisan tidak merayu siapapun untuk melakukan apapun. Lukisan hanya menggambarkan sesuatu yang bisa dinilai bebas dari berbagai sudut pandang. Namun berbeda dengan poster. Poster ditujukan untuk menyampaikan suatu pesan kepada massa. Dan tingkat keberhasilannya pun dilihat dari seberapa baik massa terpengaruh dengan poster tersebut.

Kesimpulannya, desain grafis dan seni murni adalah suatu hal yang berbeda. desain grafis adalah seni yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang banyak dalam bentuk tampilan visual. Sedang seni murni adalah ekspresi jiwa yang bersifat individual, subjektif, dan lebih ditujukan kepada kepuasan terhadap karya, bukan terhadap fungsi.

Tipografi yang efektif

Posted: Juli 12, 2011 in Font, Tipografi

Ketika menggabungkan tipografi, ada beberapa prinsip penting yang Anda perlukan untuk tetap Sebaliknya pikiran, yaitu dan suasana hati. Efektif menggabungkan tipografi adalah keterampilan paling baik dipelajari melalui praktek, dan trial-and-error. Setelah Anda menguasai prinsip-prinsip dibahas di sini, Anda akan memiliki alat yang Anda perlu mencoba kombinasi sementara membuat dugaan terpelajar tentang apa yang akan dan tidak akan bekerja sama.

Di sini, kita sebagian besar meliputi menggabungkan dua tipografi, seperti yang Anda lakukan untuk menyalin tubuh dan berita. Pada bagian berikutnya, kita akan membahas menggabungkan lebih dari dua tipografi untuk hal-hal seperti navigasi, keterangan gambar, dan banyak lagi.

Kontras

Kontras adalah salah satu konsep yang paling penting untuk memahami ketika datang ke tipografi menggabungkan. Tanpa kontras yang tepat, tipografi cenderung bentrokan, menciptakan tampilan, acak tersebar desain Anda (dan bukan dalam cara yang baik). Menciptakan kontras yang tepat bergantung pada beberapa prinsip, yang semuanya dibahas di bawah ini.

Tapi pertama-tama, apa sebenarnya kontras? Kontras adalah jumlah perbedaan antara dua tipografi. Tipografi yang terlalu mirip cenderung bentrokan. Pikiran Anda tidak langsung mengenali bahwa mereka tipografi yang berbeda, dan ketika akhirnya terjadi, itu gemuruh. Tipografi yang terlalu berbeda dapat muncul sembarangan dan kebetulan, yang bisa sama gemuruh.

Berat

Berat tipografi memainkan peranan besar dalam penampilan. Kita sering berpikir berat dalam hal “cahaya”, “biasa”, “menengah”, “berani”, dll Tapi tipografi yang berbedamemiliki berbagai berat untuk memulai dengan. Menggabungkan tipografi sebagian besar didasarkan pada berat badan adalah cara yang cukup lurus ke depan menciptakan kontras tipografi.

Anda akan ingin mencari tipografi yang memiliki perbedaan mencolok dalam berat badan, tanpa terlalu ekstrim. Perbedaan yang sangat ekstrim dalam berat badan perlu dibuat untuk dengan kesamaan dalam hal lain, terutama struktur dan gaya.

Gaya dan Dekorasi

Gaya tipografi memiliki dampak besar pada bagaimana hal itu diterima. Umumnya, ketika bekerja dengan gaya, kau akan baik menggunakan gaya biasa atau miring. Menggaris bawahi juga digunakan, tetapi dalam desain web, mereka hanya harus digunakan untuk link (jika tidak, mereka membingungkan). Dekorasi lainnya termasuk hal-hal seperti bayangan garis besar atau drop, yang keduanya dapat digunakan untuk menyatukan berbagai tipografi.

Gaya dan dekorasi juga dapat digunakan untuk membuat kontras dalam sebuah keluarga tipe atau jenis huruf. Kombinasikan font teratur dan miring, bobot bervariasi, dan hal-hal seperti bayangan atau garis besar untuk membuat variasi dalam keluarga font dan tipografi kontras memadai.

Skala dan Hirarki

Skala tipografi, atau ukuran mereka relatif terhadap satu sama lain, merupakan faktor penting dalam menggabungkan tipografi. Hirarki elemen yang berbeda dalam desain sangat dipengaruhi oleh skala tipografi yang digunakan. Misalnya, judul Anda jelas harus lebih besar dari copy paragraf Anda. Untuk akhir yang sama, judul H1 Anda harus lebih besar dari judul Anda H2, dan sebagainya.

Sebagai aturan umum, hierarki Anda harus mulai dengan H1 pos menjadi yang terbesar, dan meta informasi Anda atau keterangan harus terkecil. Anda perlu menyeimbangkan perbedaan dalam skala dengan perbedaan dalam berat dan gaya, juga, sehingga Anda tidak memiliki terlalu banyak variasi dalam ukuran antara font terbesar dan terkecil.

Classificiation

Secara umum, ketika menggabungkan tipografi, Anda akan ingin memilih orang-orang yang bukan berasal dari klasifikasi yang sama. Kombinasikan serif dan sans-serif, atau serif dan script, dll, dan Anda akan memiliki waktu yang jauh lebih mudah datang dengan kombinasi yang memiliki kontras yang tepat dan tidak berbenturan.

Menggabungkan tipografi dalam klasifikasi yang sama kadang-kadang mungkin, tetapi ada beberapa pertimbangan tambahan. Untuk satu, Anda ingin menemukan jenis huruf yang cukup berbeda bahwa mereka segera dikenali sebagai tipografi yang berbeda, sementara juga menggunakan tipografi yang memiliki suasana hati yang sama, struktur, dan faktor-faktor lain yang mengikat mereka bersama-sama. Untuk batas tertentu, trial and error adalah taruhan terbaik untuk menemukan tipografi dalam klasifikasi yang sama yang dapat bekerja sama.

Salah satu trik adalah memilih tipografi yang dalam klasifikasi umum yang sama, tetapi jatuh di bawah sub-kelas yang berbeda (seperti serif dan serif  slab modern, atau sans serif geometris dengan Grotesk). Hal ini memberikan kontras yang lebih benar dari awal.

Struktur

Struktur tipografi memainkan peran besar dalam cara kerjanya dengan tipografi lainnya. Anda juga perlu memilih tipografi yang memiliki struktur yang sangat, sangat mirip, atau struktur yang sangat berbeda. Letterforms yang hanya sedikit serupa akan bentrok. Tipografi yang sangat berbeda dalam cara lain dapat disatukan dengan struktur serupa mereka, meskipun sebaliknya jarang bekerja dengan baik.

Lihatlah letterforms sisi-sisi oleh-dan melihat jika mereka berbagi bentuk mirip atau faktor lainnya (seperti x-tinggi). Ini lebih baik untuk pergi dengan struktur yang sangat berbeda dari struktur yang hampir sama tapi tidak cukup.

Warna dan Tekstur

Bila Anda perlu menambahkan kontras visual atau menyatukan tipografi yang berbeda, penggunaan warna dan tekstur dapat melakukan keajaiban. Sebagai contoh, ketika Anda perlu menambahkan kontras antara tipografi yang hampir identik (atau dalam sebuah keluarga tipe tunggal), mengubah warna dari beberapa elemen langsung menambahkan bunga. Menambahkan tekstur memiliki efek yang sama.

Atau, jika Anda memiliki sangat berbeda tipografi, warna dan tekstur dan menyatukan mereka tipografi, menciptakan tampilan yang harmonis. Prinsip-prinsip teori warna masih berlaku untuk tipografi, jadi pastikan Anda tidak pergi ke laut menggabungkan warna.

Ekstrim Kontras

Kontras ekstrem bisa menjadi pilihan bagus jika Anda bekerja dengan tampilan tipografi atau script. Dalam hal ini, bisa sulit untuk menemukan tipografi dengan kontras yang baik yang tidak terlalu berbeda. Jadi daripada mencoba untuk melakukan itu, pergi untuk tipografi yang sama sekali berbeda. Cobalah menggabungkan jenis huruf yang agak sederhana dengan sesuatu yang lebih rumit untuk hasil terbaik, daripada dua tipografi yang rumit.

Suasana hati (feeling)

Suasana dari tipografi yang Anda pilih adalah penting untuk cara mereka bekerja sama. Suasana hati bisa apa saja dari formal ke santai, menyenangkan untuk serius, modern klasik, atau apa pun di antara. Ini adalah di mana banyak orang mengalami kesulitan dengan menggabungkan tipografi. Memilih tipografi yang tidak hanya memiliki mirip (atau pelengkap) suasana hati, tetapi juga memiliki suasana hati sesuai dengan proyek yang sedang Anda merancang sangat penting.

Poster adalah salah satu media visual yang sangat efektif digunakan dalam mengkomunikasikan pesan kepada publik. Ada banyak style desain poster yang digunakan agar dapat menarik perhatian, termasuk salah satunya adalah tipografi. beberapa desain poster dibawah ini mengusung gaya tipografi yang unik dan menarik. Beberapa mungkin bukan gaya baru, tapi juga belum terlalu banyak digunakan hingga tetap menarik untuk dinikmati. be inspired! 🙂

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Desain Poster Bergaya Tipografi untuk Inspirasi

Tipografi adalah hal yang penting bagi desainer grafis untuk dipelajari. Tidak mempelajari tipografi dapat dengan mudah membuat sebuah desain menjadi kacau dan tak beraturan. Juga tak menutup kemungkinan membuat konflik-konflik yang cukup mengganggu dalam sebuah desain. Konflik yang disebabkan oleh teks dapat menghalangi penyampaian pesan yang berarti juga kegagalan dalam desain grafis.

Ada beberapa faktor yang membuat teks menimbulkan konflik dalam desain, diantaranya adalah :

1) Menggunakan Font yang Terlalu Banyak

Kebanyakan desainer pemula mengira bahwa menggunakan banyak font dapat membuat desain tampil tidak monoton dan membosankan. Hal itu salah! Menggunakan font yang terlalu banyak dapat membuat desain kacau dan membuat pembaca bingung.


img source

Cukup gunakan tidak lebih dari 3 font saja dalam desain. Untuk desain dengan format yang lebih sederhana seperti logo, 2 font mungkin sudah terlalu banyak. Meminimalkan penggunaan yang berbeda dalam satu desain akan membuat desain tampil harmonis, jelas, dan tentu akan lebih mudah bagi pembaca menangkap isi pesan yang tampil dalam desain.

2) Menggunakan Font yang Terlalu Mirip

Ok, mungkin kamu sudah praktekkan poin satu diatas dengan tidak menggunakan font yang terlalu banyak. Sekarang kamu menggunakan hanya dua font, yaitu Times New Roman dan Georgia. Tetap saja salah! lho? salah lagi!?

Yap! Times New Roman dan Georgia adalah font jenis serif (berkaki) yang cukup mirip dan sulit untuk dibedakan. Penggunaan font yang mirip seperti ini terkesan seperti terdapat error dalam desain. Ini juga salah satu konflik yang dapat membuat desain terlihat tidak profesional.

3) Tidak cukup kontras

Konflik lain yang timbul bisa diakibatkan oleh tidak cukup kontras yang diberikan pada teks. Hal ini tentu fatal karena pembaca tidak dapat membaca pesan yang kamu sampaikan melalui teks. Dalam hal ini, mempelajari teori warna mungkin hal yang bagus untuk meningkatkan kemampuan sehingga terbiasa bermain dengan kontras pada warna.

4) Flat

Konflik pada teks juga bisa timbul ketika teks pada desain tampil flat alias rata. Tidak ada identifikasi terhadap judul, sub judul, sub keterangan, dll. Mungkin kamu pernah meliat desain semacam ini di banner-banner iklan lalu bertanya dalah hati : “ini banner tentang apa ya?”


img source

Sebagai solusi, kita bisa memainkan skala, kontras, jarak, dan jenis font untuk membedakan secara jelas. Desain yang baik adalah desain yang membuat pembaca dengan mudah mengenali yang mana poin paling penting dan yang mana yang kurang penting hingga pembaca pun dituntun karenanya.

Bicara desain grafis, maka tidak lepas dari yang namanya komunikasi alias penyampaian pesan melalui visual. Komunikasi adalah faktor penting dalam desain grafis, selain estetika alias seni dalam menyajikan pesan visual tersebut.

Dalam komunikasi visual, teks memegang peranan yang vital. Penggunaan teks dalam penyampaian pesan sangat efektif karena kemampuan teks dalam menyampaikan pesan secara rinci dan lebih detail.

Namun begitu, terkadang tidak selamanya penyampaian pesan melalui teks dapat seefektif yang diharapkan. Beberapa kesalahan fatal justru membuat kesan yang tidak baik dan mengaburkan isi pesan.

Berikut beberapa tips dari DesainStudio tentang bagaimana cara yang baik dalam meramu teks menjadi sarana penyampaian pesan yang efektif melalui desain visual.

1. Memilih Font/Jenis Huruf yang Tepat

Setiap font mempunyai ciri khas tersendiri yang berfungsi menyuarakan pesan dengan karakter tersendiri pula. COntoh : Jika pesan yang disampaikan ingin tampil elegan dan terkesan profesional, maka font yang digunakan juga jenis font yang tegas, bersih dan elegan. Sebaliknya, jangan gunakan font-font yang memiliki karakter fun, ceria, dan kekanak-kanakan untuk pesan semacam ini.

2. Fokus Pesan

Desainer grafis dituntut untuk mampu membimbing pembaca dengan baik. Oleh karena itu, dalam meramu teks sebagai pesan visual, sebaiknya pilah dulu jenis-jenis pesan yang ingin disampaikan. Biarkan pembaca dengan mudah mengenali apa yang seharusnya dibaca lebih dahulu dan apa yang akan dibaca setelahnya.

3. Memperhatikan Grid

Perhatikan dengan baik grid antar satu bagian teks dengan yang lain. Jangan biarkan terlihat berantakan dan tidak profesional sehingga tidak menarik perhatian.

4. Terlalu Banyak Font

Tetap gunakan maksimal 2 atau 3 font dalam sebuah desain. Jangan gunakan terlalu banyak font. Karena, selain akan kelihatan berantakan, ini juga dapat mengaburkan isi pesan sehingga tujuan dari pesan tidak akan tersampaikan dengan baik

5. Kerning

Kerning adalah jarak antar huruf. Berikan jarak yang cukup antar huruf, jangan terlalu dekat dan jangan pula terlalu jauh.

6. Proporsional Bentuk Teks

Setiap font sudah dirancang sedemikian rupa dengan memperhitungkan berbagai hal. Jangan sembarangan mengutak atik sebuah font seperti merubah proporsional bentuknya dan menarik-narik font dengan sembarang.

7. Perhatikan Kontras

Menjaga kontras antara teks dengan background adalah suatu hal yang dapat membuat pesan lebih mudah sampai ke pembaca visual. Kontras yang tidak baik tidak hanya membuat teks tidak terbaca, tapi juga membuat mata sakit. Sedikit informasi : Pembaca visual sangat benci dengan hal yang seperti ini.

8. Lebar Paragraf

Jangan biarkan pembaca menggelengkan kepala sedemikian jauh untuk membaca baris perbaris isi pesan. Selain capek (tentu saja), Pembaca akan kehilangan fokus terhadap baris yang dibacanya.

9. White Space

White space adalah ruang kosong yang berfungsi memberikan penekanan terhadap pesan yang ada didalamnya. Berikan sedikit margin atau ruang disekitar teks. Hal ini sangat bagus untuk membuat pesan tampak elegan dan memberi fokus yang baik kepada pesan. Selain itu, desain juga tidak tampak penuh sesak. Ingat! semakin penuh, maka pembaca akan semakin menjauh.

10. Pilih Font yang mudah dibaca

Mulai sekarang, berhenti menebar pesona dengan meletakkan font-font yang unik dan aneh kepada desain anda. Karena memang bukan itu tujuan dari desain. Kita ingin berkomunikasi, menyampaikan pesan hingga sampai kepada konsumen. Font yang sulit dibaca walah aneh sedemikian rupa akan membuat pembaca menjauh. Bayangkan jika ada sebuah baliho dipinggir jalan. Pembacanya pastilah pengguna jalan yang akan membacanya sekali lintas, mereka tidak punya waktu untuk mendekat ke baliho dan mengejanya satu persatu. Ingat! pembaca visual itu sibuk bukan kepalang.. jadi pintar-pintarlah untuk mengakalinya. 😀

Tips layout Simple

Posted: Juli 8, 2011 in Desain Grafis, layout

Tidak selamanya sebuah project desain berjalan sebagaimana yang diinginkan desainer. Adakalanya, sebuah project harus melewati banyak tantangan yang tentu saja harus dihadapi desainer apapun kondisinya. Salah satu contoh : desainer harus mendesain/melayout brosur atau majalah atau apapun itu dengan konten yang sangat minim…

Seiring dengan semakin populernya desain-desain minimalis nan elegan belakangan ini, maka konten yang sedikit tentu saja bukan masalah besar untuk desainer. “Dibikin minimalis aja..” begitu kira-kira yang akan muncul dibenak kita ketika berhadapan dengan kondisi tersebut.

dibawah ini ada beberapa tips dan trik membuat sebuah layout minimalis nan elegan guna mengatasi permasalahan konten yang sedikit tersebut.. check this one..

Contoh kasus : ada job desain brosur neh..kontennya kira-kira seperti gambar dibawah.. (sangat minim)

desain secara umum : mencoba memenuhi setiap ruang dengan konten-konten yang ada.. (saatnya meninggalkan gaya desain yg semacam ini.. 😀 )

ALTERNATIF LAYOUT :
1)Crop Image/Gambar.

Disini saya mencoba memenuhi layar dengan gambar..dan konten teks dan judul diletakkan diatasnya. mainkan variasi blok untuk membuat kontras yang bagus pada teks, sehingga teks akan tetap kelihatan jelas meski ditempatkan diatas gambar.

2) Layout based on Theme
Maksudnya adalah membuat tema baru pada layout. Cukup menambahkan flat background dengan kontras yang cukup bagus, maka layout akan memiliki tema tersendiri yang secara otomatis menutup ruang kosong pada layout.

3) white Space
Buat penekanan yang elegan pada gambar dan teks dengan memberi white space (ruang kosong) yang lebih luas pada layout. White space juga berfungsi untuk memberi kesan nyaman pada pembaca.

4) Judul diatas Gambar
Meletakkan judul diatas gambar dan teks lain di bagian luar dapat memberi penekanan yang cukup menarik pada layout. Namun tetap hati-hati dengan kontras antara judul dan gambar. Usahakan agar tetap terbaca dengan jelas.

5) Bermain dengan Layout Teks
Bermain dengan layout teks adalah tips yang umum dan banyak digunakan oleh desainer dalam memberi sentuhan yang lain kepada pembaca.

6) Coba Hal-hal Ekstrim 😀

Tak perlu terlalu kaku dalam desain, meskipun yang didesain adalah sesuatu yang formal. Coba sedikit hal yang unik, tipografi, extreme layout, atau bahkan manipulasi foto sekalipun. Namun tetap memperhatikan sisi komunikasi dari pesan yang ingin disampaikan.