Tipografi memainkan peranan yang sangat besar dalam desain. Hampir di setiap materi desain grafis, terdapat seni tipografi didalamnya. Dengan perkembangan yang sudah begitu jauh, Tipografi mengalami berbagai pergeseran dan hadir dengan seperangkat istilah-istilah akademis yang cukup kompleks. Sehingga tidak jarang membingungkan, tidak hanya dikalangan awam, tapi bahkan desainer grafis itu sendiri. Salah satu bentuk salah paham yang paling sering muncul adalah terkait perbedaan antara Typeface dan Font.

Typeface seringkali disebut Font atau sebaliknya, Font juga sering disebut sebagai Typeface. Perbedaan ini sering menyebabkan salah pemahaman di dunia tipografi dan desain grafis pada umumnya. Sejatinya, kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda.

Typeface
Typeface adalah rancangan karakter dari sekumpulan huruf. Typeface merupakan “perwajahan” yang membentuk karakteristik suatu kumpulan huruf sehingga membedakannya dengan jenis huruf yang lain.

Font
Font adalah suatu kumpulan lengkap dari huruf, angka, simbol, atau karakter yang memiliki ukuran dan karakter tertentu.

Perbedaan Typeface dan Font:

Secara sederhana, Typeface bisa disebut sebagai entitas, yakni perwajahan, karakteristik, keunikan, dan perbedaan yang terbentuk didalam rancangan karakter huruf. Sedangkan font bisa disebut sebagai kuantitas, yakni bobot, massa, dan jumlah dari serangkaian karakter huruf.

Tidak semua typeface bisa disebut font, misalnya typeface yang dirancang hanya sebagian huruf untuk keperluan logo. Sebaliknya, tidak juga semua font bisa disebut typeface, font jenis dingbat (ornamen dan karakter) misalnya, Karena bukan merupakan rancangan huruf.Typeface untuk Logo

Font jenis Dingbat

Analogi sederhana dan menarik disampaikan oleh Nick Sherman mengenai perbedaan typeface dan font :
“The way I relate the difference between ‘typeface’ and ‘font’ to my students is by comparing them to “‘songs’ and ‘MP3s'”
————————————
“Cara saya menjelaskan perbedaan antara ‘typeface’ dan ‘font’ untuk murid-murid saya adalah dengan membandingkan mereka dengan ‘lagu’ dan ‘MP3′”

Semoga bermanfaat!

Brief dalam Merancang Logo
Brief dalam desain logo layaknya sebuah senter di dalam gelap, dia harus dihidupkan agar kita dapat berjalan dengan cepat dan aman. Brief bertujuan agar desainer dan klien fokus kepada tujuan utama dari perancangan logo. Tanpa brief desain, proyek yang dijalankan akan merugikan kedua belah pihak baik desainer maupun klien. Desainer akan mengerjakan sesuatu yang mungkin diluar harapan dan tujuan klien sehingga akan terjadi revisi pekerjaan berulang-ulang. Sedang bagi klien, goal yang diharapkan dari logo yang dirancang bisa jadi diluar perkiraan.

Lantas apa-apa saja yang harus ditanyakan dalam brief desain?

Setiap desainer pasti punya poin-nya sendiri ketika merumuskan sebuah brief untuk desain. Tidak ada yang mutlak disini, semua tergantung kebutuhan dan proyek yang dikerjakan. Mungkin secara umum, kamu yang sama sekali belum pernah bekerja menggunakan materi brief untuk mendesain logo, mungkin bisa mendapat gambaran dari materi brief dibawah ini :

1) Informasi dasar tentang nama perusahaan, kata-kata apa saja yang harus dimasukkan dalam logo? Apa keunggulan (plus point) dari perusahaan serta apa visi dan misinya?

Berisi pertanyaan mendasar tentang entitas yang akan dirancang logonya. Mulai dari konten yang harus include dalam logo, sampai keunggulan serta visi dan misi perusahaan. Melalui pertanyaan ini, desainer mencoba mengenali karakteristik perusahaan hingga bisa menyimpulkan langkah-langkah apa yang akan disusun untuk memulai proses desain.

2) Apa tujuan dari proyek logo ini? Apa karena kompetisi, Identifikasi produk atau meningkatkan citra perusahaan?

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengenal goal dari proyek mendesain logo. Apa target yang ingin dicapai klien melalui logo baru? Dengan mengenal target/tujuan, maka desainer telah mengenal lawan. Tinggal bagaimana menyusun strategi agar output desain menjadi maksimal serta sesuai dengan apa yang diharapkan.

3) Siapa kostumer perusahaan? contoh: usia, jenis kelamin, jabatan, kondisi sosial / ekonomi, pekerjaan, dll. Apakah mereka sudah tahu tentang produk atau jasa Perusahaan? Apa perusahaan cukup familiar bagi mereka?

Poin ini merupakan salah satu bagian vital yang harus disertakan dalam materi brief. Pada dasarnya, semua logo bertujuan untuk mengidentifikasi, dikenali, serta membuat koneksi antara target dengan perusahaan. Penting kiranya untuk mengenal target konsumen sebelum mendesain. Tujuannya adalah agar logo yang dirancang nantinya tepat sasaran serta tepat guna.

4) Siapa kompetitor perusahaan? Bagaimana perbedaan perusahaan dari kompetitor?

Poin ini berfokus kepada kompetisi pada pasar penjualan si perusahaan. Jika perusahaan ternyata tidak sendirian (ada kompetitor), maka dibutuhkan adanya diferensiasi yang kuat antara perusahaan klien dengan kompetitornya, ini adalah salah satu tugas utama bagi para perancang logo.

5) Apakah ada pertimbangan produksi? contoh : logo harus terlihat baik dalam kondisi satu warna untuk cetak kaos. Apa-apa saja media yang dipakai untuk mendistribusikan logo? (Cetak, web, dll)

Salah satu aspek yang berpengaruh kepada sukses tidaknya suatu logo sangat ditentukan kepada seberapa konsisten logo tersebut diaplikasikan/digunakan. Bicara soal penggunaan, maka kita akan bicara seputar media yang akan digunakan untuk menampilkan logo. Pertimbangan produksi seperti ini harus sudah lebih dulu dipertimbangkan oleh desainer sebelum memulai proses desain.

6) Apa ada beberapa logo yang menurut anda menarik? Bisa jelaskan kenapa?

Penting kiranya untuk mengetahui taste klien sebelum mulai merancang logo. Terkadang, taste dan pertimbangan estetis klien seringkali menjadi penentu akhir dari sebuah proyek desain.

7) Apakah ada sesuatu yang spesifik yang harus diingat audiens setelah melihat logo?

Terkadang beberapa perusahaan punya “nilai jual”-nya masing-masing, semacam karakteristik yang membedakannya dengan yang lain. Dan seringkali, klien menginginkan “nilai jual” tersebut lebih diexpose. Tugas desainer lah untuk meng-combine “nilai jual” tersebut dengan keseluruhan informasi yang didapat dari brief tanpa mengganggu (atau malah merusak) keseluruhan proses desain.

Thats it!

Materi ini hanyalah gambaran umum tentang bagaimana cara mengumpulkan informasi untuk desain logo melalui brief. Kamu bisa mengembangkan sendiri dengan versi yang lebih baik. Semoga bermanfaat!

Warnawarna memiliki peran dalam menciptakan suasana pembelian, pemerkuat image produk, serta peningkatan citra bisnis anda. Dalam feng shui, warna adalah getaran. Getaran itu selalu kita respon, secara sadar maupun tidak. Warnamemengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood. Warna yang kita kenakan sehari-hari memengaruhi pandangan orang lain terhadap kita.

 Coba perhatikan misal hampir semua bisnis makanan seperti KFC, MC Donald, Pizza hut, boleh dikata semuanya menggunakan warna merah. Mengapa demikian? Konon, warna merah itu menambah nafsu makan. Sehingga para pebisnis banyak menggunakan warna merah dalam bisnis makanan. Saya pun yakin, setiap orang punya warna kesukaan masing-masing. Itu menunjukkan bahwa ada hubungan antara warna dengan manusia. Seperti halnya mungkin ketika kita memilih warna busana seperti disampaikan Mbak Sari. Kekuatan warna bisa mempengaruhi sisi emosional kita.

Kuning
Respon Psikologi: Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidak jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan, pencerahan dan intelektualitas. Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu. Kuning adalah warna yang hangat. Cukup menarik perhatian dan sangat baik jika dijadikan background untuk teks hitam karena akan lebih mencolok terlihat.
warna kuning

Oranye
Respon Psikologi: Energy, Keseimbangan, Kehangantan. Menekankan sebuah produk yang tidak mahal.
warna orange

Merah
Respon Psikologi: Power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya, berpendirian, dinamis, dan percaya diri
Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental. Bisa berarti berani dan semangat yang berkobar-kobar. Singkatnya secara umum berhubungan dengan perasaan yang meledak-ledak. Warna merah mudah menarik perhatian dan meningkatkan nafsu. Karena itu seperti saya katakan tadi, bisnis makanan banyak menggunakan warna dominan merah karena ini dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan pembeli, lihat saja warna pizza hut, McD, KFC yang juga ada merahnya.
Atau kalau untuk teks, warna merah pasti akan lebih menarik perhatian dibanding warna lain. Namun jika untuk background dengan teks hitam, akan membuat mata cepat lelah.
warna merah

Biru
Respon Psikologi: Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan, Damai, menyejukkan, spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran.
Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan tenang, terpercaya, ilmu dan wawasan. Warna ini sangat baik untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Bank-bank banyak menggunakan warna biru sebagai warna dominannya, demikian juga pendidikan.
warna_ biru

Hijau
Respon Psikologi: Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan, pertumbuhan, kesuburan, harmoni, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan
Warna Hijau tidak terlalu ’sukses’ untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai. Banyak produk yang menekankan kealamian produk menggunakan warna ini sebagai pilihan. Untuk perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan eksplorasi alam, warna hijau banyak dipakai untuk menegaskan bahwa perusahannya berwawasan lingkungan. Warna ini termasuk yang sedang ngetren dan akan banyak dipakai khususnya dengan kampanye yang berhubungan dengan lingkungan. Kemasan deterjen juga tidak sedikit yang menggunakan warna hijau.
warna hijau

Ungu atau Jingga
Respon Psikologi: Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan, Ramah, Romantis, dan Mandiri.
Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam. Ungu adalah capuran warna merah dan biru. Menggambarkan sikap ‘gempuran’ keras yang dilambangkan dengan warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan.
warna ungu

Coklat
Respon Psikologi: Tanah/Bumi, Reliability, Comfort, Daya Tahan, Stabilitas, Bobot, Kestabilan dan Keanggunan.
Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil.
warna coklat

Hitam
Respon Psikologi: Ketakutan, Power, Kecanggihan, Kematian, Misteri, Seksualitas, Kesedihan, Keanggunan, dan Independen, Berwibawa, Penyendiri, Disiplin, dan Berkemauan keras.
Melambangkan kematian dan kesedihan di budaya Barat. Sebagai warna Kemasan, Hitam melambangakan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated). Menunjukkan hal yang tegas, elegan, dan eksklusif. Juga bisa mengandung makna rahasia. Seperti ketika saya memilih warna dominan hitam pada Rahasia Blogging.warnatersebut sangat mendukung kata “rahasia” yang ingin saya tekankan.
Kalau untuk warna mobil, biasanya mobil berwarna hitam lebih mahal daripada mobil berwarna lain.
warna hitam

Putih
Warna suci dan bersih, natural, kosong, tak berwarna, netral, awal baru, kemurnian dan kesucian
Warna yang sangat bisa dipadukan dengan warna apapun. Warna putih di situs web banyak dipakai sebagai warna background teks hitam. Sebab pengunjung akan lebih mudah untuk membacanya.
warna_putih

Abu Abu
Respon Psikologi: Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan.
Warna Abu abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata.
warna_abu2

Kesimpulan
Warna sebagai termasuk dalam ranah nirmana. Terkadang pemakaian warna sangat membantu dalam pemilihan font dalam typografi. Kemampuan penguasaan budaya dan warna sangat berpengaruh dalam menentukan sebuah warna dalam pemakaian ke dalam produk desain, oleh karenanya penguasan warna merupakan syarat penting untuk desainer pemula. Meski demikian, arti warna bisa bergantung juga dengan bidang tertentu, budaya, agama, dan adat setempat. Warna kuning bisa berasosiasi dengan partai politik tertentu kalau dalam politik; sementara kalau dalam kehidupan sehari-hari, bendera kuning yang dipasang di rumah seseorang, itu pertanda tengah terjadi peristiwa berkabung. Sementara bank syariah hampir pasti selalu dihiasi dengan warna hijau yang berasosiasi dengan agama tertentu.

Warna adalah alat yang ampuh karena dapat membuat orang merasakan cara tertentu. Bagaimana Anda ingin orang-orang merasa di dapur Anda yang baru dihias? Santai? Terhibur? Hidup? Anda memiliki kekuatan untuk menciptakan suasana tertentu di dapur dan rumah …Hal ini dapat besar karena ada begitu banyak warna untuk memilih dari. Pertama, Anda perlu belajar tentang dasar-dasar warna …Berikut adalah beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan ketika memilih warna ini dalam proses

1) Apa jenis emosi akan warna inspirasi?

2) Apakah skema diingat?

3) Berapa banyak warna benar-benar saya butuhkan?

4) Apakah skema warna cocok dengan arsitektur ruangan?

Color Wheel

Pertama mari kita melihat jenis dasar

1) Primer-merah, kuning, biru
-Ada yang berbeda untuk warna primer cahaya dan pigmen yang berbeda, tetapi kami hanya akan tetap dengan ini untuk sekarang untuk kesederhanaan

2) Sekunder-oranye, ungu, hijau
– Dua warna primer membuat

3) tersier-Merah-ungu, merah-oranye, kuning-oranye, kuning-hijau, biru-hijau, biru-violet
– Warna primer dan warna sekunder tetangga menciptakan ini

Berikut ini adalah kosa kata sedikit lebih, meskipun beberapa dari Anda mungkin mengenal mereka, itu selalu membantu.

1) Hue-warna murni

2) Pewarnaan-rona dicampur dengan beberapa putih untuk meringankan itu

3) Naungan-rona dicampur dengan beberapa hitam untuk mempergelap

Hubungan antara Hue, Shade, dan Tint
Hubungan antara Hue, Chroma, Nilai

Ketika membandingkan warna Anda dapat menggunakan istilah-istilah ini.

1) Chroma-menggambarkan intensitas dari warna

2) Nilai-menggambarkan kecerahan warna yang

3) Suhu-menggambarkan warna sebagai hangat atau dingin

Sekarang saatnya untuk memilih pallette Anda …

Ada kombinasi warna yang berbeda, di antaranya adalah beberapa dari yang dasar yang tercantum di bawah ini

1) monokromatis-satu warna yang dipilih, tetapi nuansa yang berbeda dan tints itu digunakan

2) Tambahan-dua warna yang saling berlawanan pada roda warna

3) Triad-3 warna yang berjarak sama dari satu sama lain pada roda warna

4) Analog-3 atau lebih warna yang terletak berdekatan satu sama lain pada roda warna

(Lihatlah roda warna di atas dan lihat apakah Anda dapat menemukan kombinasi warna)

Lago-Ungu dan Kuning Dapur

1) ini dapur (KANAN) digunakan warna komplementer: ungu dan kuning. Menggunakan warna komplementer membuat pernyataan yang kuat di dapur ini. Mereka juga menggunakan warna ungu dan bayangan kuning untuk menyeimbangkan satu sama lain. Saya pikir warna-warna sebelah putih, memberikan dapur yang menyenangkan, merasa musim panas.

Analog-Merah, Kuning, Jeruk

2) Dapur (KIRI) menggunakan kombinasi analog dan menggunakan merah, oranye, dan kuning. Suhu ruangan ini pasti hangat dan tampak sangat mengundang.

3) Dapur abu-abu ke kiri pasti monokromatik. Ini menggabungkan abu-abu dari panci, panci, dan peralatan ke dalam skema warna. Ruang ini tampaknya canggih dan aku cukup yakin koki profesional tinggal di sana, satu orang tidak akan membutuhkan semua panci:).

Dapur ideal saya ingin seperti yang di bawah ini tapi dengan dinding ungu atau biru muda dan bunga di atas meja. Saya suka putih / creme lemari antik. Saya pikir biru monokromatik dan palet putih membuat dapur yang benar-benar santai.

What color combination is in your kitchen? What is your favorite color combination?

Memahami warnaakan menguatkan makna dalam penggunaan karya desain. Warna merupakan salah satu unsur yang tidak bisa berdiri sendiri. Penampilan suatu warna selalu dipengaruhi dan ditentukan oleh warna lain yang ada di sekitarnya. Warna juga merupakan tampilan fisik pertama yang sampai ke mata kita yang membedakan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Baik itu benda mati atau benda hidup. Warna bisa kita lihat karena ada interaksi atau karena ada saling mempengaruhi antar warna itu sendiri. Warna biru dengan kadar pencahayaan yang sama akan terlihat berbeda penampilannya bila diletakkan di atas latar yang berbeda atau didekatkan dengan warna yang berbeda pula.

Setiap warna menimbulkan kesan yang berbeda-beda. Dengan memahami berbagai hal mengenai warna akan memudahkan kita untuk mendapatkan pandangan yang tepat mengenai tata warna itu sendiri. Sebab nuansa warna yang ditimbulkan oleh warna itu sendiri sangat banyak macamnya dan kesan yang ditimbulkanpun sangat beragam. Dari berbagai macam warna yang ada, sebagai warna yang paling dasar adalah merah, biru, dan kuning. Dari ketiga warna tersebut dapat dirubah menjadi beribu-ribu macam warna dengan mencampurkannya dalam perbandingan-perbandingan tertentu sesuai dengan macam warna yang diinginkan.

Akibat dari pencampuran warna-warna tersebut akan menimbulkan reaksi ke arah gelap dan ke arah terang di mata kita. Warna-warna yang dicampurkan dengan warna biru akan menghasilkan warna yang gelap. Sedangkan warna-warna yang dicampurkan dengan warna kuning dan merah akan menghasilkan warna yang lebih terang. Seperti warna kuning yang mempunyai warna dasar kuning lemon dan kuning kadmium. Keduanya mengesankan kesan yang berbeda. Kuning lemon terkesan lembut. Sedangkan kuning kadmium terkesan keras. Begitu juga dengan warna biru. Terdapat beberapa jenis warna biru seperti biru cobalt, biru ultra, biru marine, biru prusia, biru cyan, dan lain-lain.

Bila biru dicampurkan dengan warna hijau dengan perbandingan tertentu akan memberi kesan sejuk. Kesan lebih dingin lagi didapat bila biru dicampurkan dengan sedikit warna ungu seperti pada biru prusia. Warna hijau yang terdapat campuran warna kuning akan mengesankan lebih hangat daripada biru. Ungu bila dicampurkan dengan warna merah akan terkesan hangat. Kesan panas dan menyala didapat dari pencampuran warna merah dan kuning. Bila merah dicampur dengan biru atau ungu akan menjadi dingin. Bila kuning dicampur dengan hijau atau biru akan terkesan dingin. Bila warna-warna dicampurkan dengan putih akan memperoleh warna pastel yang memberi kesan nyaman, ringan, lembut dan sejuk. Bila dicampur dengan abu-abu maka timbul kesan tertekan dan terselubung.

Warna gelap dan warna terang akan menimbulkan kesan yang berbeda. Warna gelap yang sampai ke mata kita akan dianalisa oleh otak kita dan menghasilkan kesan dingin yang kita rasakan. Begitu sebaliknya dengan warna terang akan terasa hangat dan panas. Seperti yang kita pelajari dalam pelajaran Fisika dimana panjang gelombang warna merah lebih panjang dari pada gelombang warna ungu. Itu berarti warna merah yang terang dan terasa panas akan lebih cepat ditangkap mata kita dibandingkan dengan warna ungu yang terkesan gelap dan terasa dingin. Yang dikategorikan sebagai warna-warna panas yaitu kuning kehijauan, kuning, kuning kejinggaan, jingga, jingga kemerahan dan merah. Yang dikategorikan sebagai warna-warna dingin yaitu hijau, hijau kebiruan, biru, biru keunguan dan ungu.

WARNA DAN BAHAN

Dalam menata ruang, warna dan bahan saling mempengaruhi. Walau masing-masing jenis bahan sudah mempunyai karakter sendiri namun masih juga memerlukan sentuhan akhir. Sentuhan akhir itu adalah pewarnaan. Ibaratnya warna memberi pakaian pada bahan agar terlihat mencolok dan bentuknya terlihat lebih jelas. Kadang warna juga mengaburkan karakter bahan tersebut.

Pemakaian bahan kayu bila diberi warna akan menyamarkan serat-serat kayu yang sudah arstistik. Pemakaian warna juga bisa mengawetkan bahan. Seperti pemakaian warna pada bahan besi yang bisa menghindarkan besi dari karat. Efek warna sangat menentukan penampilan suatu ruang dan perabot yang menghiasinya. Penggunaan warna yang tepat akan menonjolkan bentuknya dan menutupi kekurangan-kekurangannya.

WARNA SEBAGAI SIMBOLIK

Ada warna-warna tertentu yang bisa mewakili perasaan kita. Seperti bila kita sedang berduka atau menengok orang berduka, tidak etis rasanya bila kita memakai pakaian yang bercorak atau berwarna cerah. Karena warna cerah adalah wakil dari perasaan yang cerah atau gembira. Untuk mewakilinya kita menggunakan pakaian warna hitam, karena hitam dikiaskan sebagai kematian atau keburukan. Kematian juga tidak selalu dilambangkan dengan warna hitam. Kematian adalah jalan roh menuju ke tempat yang lebih tinggi derajatnya yaitu keabadian.

Maka kematian juga dilambangkan dengan warna putih. Karena putih adalah lambang keabadian, kedamaian, kebahagiaan dan kesucian. Menurut kepercayaan orang-orang Batak, warna hitam dan putih adalah warna yang derajatnya paling tinggi. Dari kedua warna itulah kehidupan dimulai. Kemudian berproses. Ulos ragidup memiliki tingkatan tertinggi dalam kedudukan adat. Warna putih di bagian tengah dan di kiri kanannya terdapat warna hitam. Putih berarti suci, damai, bersih dan hitam berarti kekuatan dan keteguhan.

Kebalikan dari kedukaan adalah kebahagiaan. Orang selalu diselimuti rasa bahagia adalah bila hari-harinya dipenuhi dengan perasaan cinta. Cinta kepada sesama dan yang ada di lingkungan sekitarnya. Rasa cinta dilambangkan dengan warna merah muda. Yang sering kita lihat pada waktu perayaan hari Valentine semua serba merah muda. Mulai dari etalase toko-toko, penjual kembang, dan penjual pernak-pernik Valentine terutama yang diperlukan anak-anak muda untuk menyatakan rasa cintanya pada seseorang.

Warna merah dan putih sudah ada dan dipakai sebagai simbol sejak zaman Majapahit. Kala itu dipakai sebagai warna umbul-umbul. Dan sekarang dipakai sebagai warna bendera bangsa Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci. Merah juga sering dijadikan simbol dari warna darah. Dan putih simbol dari warna tulang. Tulang merupakan penyangga tubuh dan darah adalah suatu yang membuat kita hidup. Karena dalam darah mengandung zat-zat makanan bagi tubuh. Maka merah dan putih diartikan sebagai lambang perjuangan yang kuat dan kokoh hingga titik darah penghabisan.

Merah juga dijadikan simbol kekesatriaan. Maka hunian kaum kesatria di Bali yang disebut puri terdapat entrance yang berupa kori yang terbuat dari tumpukan bata-bata yang berwarna merah kejinggaan. Biasanya disebut Kori Barak. Pada balai-balai adat di Bali terdapat warna kuning keemasan (prada) yang melambangkan keagungan. Pada hari raya – hari raya Hindu di Bali pelinggih-pelinggih banyak yang dikenakan wastra warna putih kuning. Ini melambangkan kesucian dan keluhuran pelinggih tersebut. Pada tugu-tugu seperti penunggu karang dikenakan wastra putih hitam (poleng). Ini berarti yang melinggih di tugu tersebut adalah suci dan kuat. Bukankah bertugas menjaga karang beserta isinya tentu harus kuat.

WARNA SEBAGAI PETUNJUK PRAKTIS

Warna juga erat kaitannya dengan pola tingkah laku masyarakat. Seperti memberi petunjuk ke suatu jurusan, memberi instruksi dan memberi peringatan. Lampu lalu lintas yang memberi isyarat berhenti diinstruksikan dengan warna merah. Hati-hati dengan warna kuning dan jalan dengan warna hijau. Tanda silang merah berarti palang merah. Kendaraan truk pengangkut bahan bakar minyak selalu berwarna merah menyala. Ambulans kendaraan pengangkut orang sakit selalu berwarna putih. Warna kotak surat yang dulu sering kita temui di jalan selalu berwarna jingga. Telepon umum selalu berwarna biru.

Dari beberapa warna yang telah diterapkan tersebut dapatlah ditinjau aspek-aspek warna dengan sifat penampakannya. Warna merah, jingga dan kuning bersifat panas berpenampilan lebih menonjol dan merangsang. Makna dari peringatan warna tersebut adalah bahaya dan hati-hati. Sedangkan warna hijau, biru dan ungu bersifat dingin berpenampilan pasif yaitu teduh dan diam. Makna dari peringatan yang dimaksud adalah keadaan yang aman.

WARNA, BENTUK DAN KECEPATAN

Warna juga erat kaitannya dengan bentuk dan kecepatan. Hubungan ini telah diteliti oleh The International Safety Colour Codes yaitu suatu lembaga untuk keselamatan kerja dan lalu lintas di New York, A.S. Dalam kecepatan tinggi warna merah dan kuning akan terlihat samar.

Warna hijau dan biru terlihat jelas. Makanya tanda-tanda lalu lintas di jalan raya yang biasa kendaraan memacu kecepatan tinggi dibuat segi empat ditulis dengan huruf putih di atas dasar hijau atau biru. Bentuk segi empat adalah bentuk yang tampil dengan wujud yang utuh, diam dan stabil. Sedangkan segi tiga berwujud tajam-tajam, tampil dengan sifat yang terarah. Bentuk lingkaran memberi kesan berputar dan bergerak.

WARNA DAN ALAM

Warna juga dapat dipelajari dari alam yang kita temui setiap hari. Seperti halnya pada pergantian musim di Indonesia. Pada musim kemarau, alam dikuasai oleh warna-warna kecoklatan dan keabu-abuan. Tanah yang tandus, pepohonan yang yang hanya tinggal batangnya saja dan rerumputan yang kering. Walau begitu Tuhan masih memberi warna cerah pada alam. Karena justru di musim panaslah ada beberapa tanaman yang sedang berbunga. Seperti bougenville dan kamboja. Pada musim hujan seolah-olah kehidupan baru dimulai. Tanah selalu basah, pepohonan mulai mengernyitkan kuncup daunnya dan rerumputan mulai hijau.

Lain lagi dengan negara yang mempunyai empat musim. Di musim dingin alam lebih didominasi oleh warna biru, hijau-biru, warna salju yang putih bersih, abu-abu dan hitam kegelapan. Musim semi alam diwarnai oleh daun-daun muda yang hijau kekuning-kuningan dan warna tunas-tunas dan kuncup yang kuning lembut. Alam di sebelah atas didominasi oleh warna biru muda.

Pada musim panas matahari bersinar penuh, ladang-ladang berwarna kuning tua dan tanah berwarna coklat. Di akhir musim panas, buah-buahan mulai masak sehingga pepohonan dihiasi butiran-butiran berwarna merah. Warna alam mulai redup saat musim gugur. Seisi alam diselimuti kabut berwarna abu-abu. Warna kuning berubah menjadi coklat, merah menjadi merah bata kemudian menjadi lembayung.

WARNA DAN KEJIWAAN

Dari sudut pandang ilmu kejiwaan, warna dikaitkan dengan karakter-karakter manusia. Orang yang berkarakter extrovert lebih senang dengan warna-warna panas dan cerah. Karena tipe orang seperti ini biasanya terbuka, lebih memandang ke luar daripada ke dalam dirinya sendiri, tidak sulit menerima masalah-masalah baru karena cara berpikirnya lebih mengarah pada segi-segi yang umum daripada yang khusus. Sedangkan orang yang berkarakter introvert lebih senang pada warna-warna dingin dan gelap. Orang bertipe ini biasanya tertutup, lebih memandang ke dalam dirinya sendiri, sulit menerima masalah-masalah baru, lebih suka menyelesaikan pada hal-hal yang khusus daripada yang umum.

Warna juga bisa menimbulkan efek rasa bagi yang melihatnya. Warna-warna matahari seperti kuning, merah, jingga dan yang satu nada dengannya bisa menimbulkan rasa hangat. Sebaliknya rasa dingin bisa ditimbulkan oleh warna-warna dingin seperti biru, biru kehijau-hijauan, putih dan hitam.

Warna-warna muda seperti kuning muda, hijau muda, merah jambu, biru cerah dan coklat cerah memberi kesan ceria yang berjiwa muda. Warna-warna gelap seperti coklat, lembayung, abu-abu dan hijau memberi rasa tenang sehingga menimbulkan keinginan untuk menyepi.

Seperti yang telah kita amati dari alam bahwa warna bisa membuat kesan mendekat dan menjauh. Kesan ini bisa dimanfaatkan untuk memberi kesan pada ruang agar lebih luas atau lebih sempit, menonjolkan atau mendesakkan dinding, langit-langit atau perabot. Dinding kamar yang berwarna biru muda yang mengarah ke abu-abu memberi kesan menjauh sehingga kamar menjadi lebih terlihat luas. Sebaliknya warna gelap seperti jingga juga bisa memberi kesan menyempitkan.

WARNA UNTUK TEMPAT TINGGAL

Untuk memperoleh warna yang harmonis harus diperhatikan perbandingan warna yang akan dipakai, yaitu dengan memasangkan warna yang hangat dengan warna dingin, warna ringan dengan warna berat sehingga terjadi warna kontras. Antara cerah dan gelap, bersih dan buram, diimbangi dengan sebuah unsur pengikat.

Sebagai contoh dalam suatu ruang terdapat sofa yang berwarna kuning-jingga dan kap lampu berwarna biru-ungu, warna dinding dan lantai berwarna putih sebagai warna penerang. Maka kesemua warna tersebut akan memperoleh tingkat terangnya msing-masing oleh warna putih.

Dalam memberikan warna pada ruang semuanya harus mendapat warna yang sesuai dengan fungsinya. Dimana dinding dan perabot sebagai pendukung warna. Dinding yang merupakan latar belakang dan juga sebagai pembatas ruang hendaknya berwarna lembut agar terkesan menjauh dan tidak mendesakkan. Warna lantai juga harus dapat mendukung perabot yang nantinya akan ditata dalam suatu ruang. Perabot yang berukuran kecil bisa dijadikan tempat titik warna yang kuat. Warna perabot dari kayu lebih mudah disesuaikan karena hampir semua jenis kayu mengandung warna abu-abu netral.

Untuk ruang tidur diperlukan warna tenang dan lembut karena sesuai dengan fungsinya sebagai ruang beristirahat dengan tingkat privacy yang tinggi. Dalam ruang tidur anak lebih diutamakan warna-warna utama yang cerah karena sesuai dengan kondisi perkembangan anak yang sedang bertumbuh dan energik.

Sedangkan dapur yang berfungsi sebagai ruang kerja yang praktis dan bersih. Kebersihan suatu rumah tangga bisa dilihat dari kerapian dan kebersihan dapurnya. Ini bisa diterapkan dengan menempatkan almari dan meja berwarna putih dengan dinding berwarna kuning hangat. Warna lantai yang coklat muda bisa menimbulkan kesan sejuk. Sedangkan kesan menggairahkan bisa didapat dari alat-alat dapur yang berwarna merah dan jingga.

Untuk ruang keluarga hendaknya memancarkan kehangatan yang nyaman. Sofa berwarna coklat tua dipadu dengan warna merah bata pada tirai, serta warna coklat lembut pada lantai. Sebagai warna kontrasnya bisa ditempatkan tanaman dalam ruang yang berwarna hijau.

WARNA PADA BANGUNAN

Warna pada bangunan sangat membantu penampilan suatu bangunan. Warna adalah alat bantu untuk menciptakan keindahan dan kenyamanan dan juga bisa sebagai alat pacu penampilan suatu bangunan. Dari warnalah akan berbicara fungsi dari bangunan tersebut dan kesan yang ingin ditampilkan. Bangunan rumah sakit identik berwarna putih bersih. Putih adalah lambang kebersihan dan kehigienisan.

Pada perkembangannya sekarang bangunan rumah sakit tidak selalu berwarna putih. Terutama rumah sakit milik swasta banyak yang memakai warna-warna pastel yang lembut. Warna ini dipakai untuk menampilkan kesan lembut dan nyaman bagi pasien yang dirawat disana. Pelayanan perawat yang ramah, fasilitas yang memadai dan tentu kebersihan yang higienis.

Pada kantor pos selalu terdapat warna jingga. Ini menyatakan kehangatan para pegawai pos melayani masyarakat dalam hal surat-menyurat. Sekolah taman kanak-kanak lebih didominasi dengan warna-warna cerah. Ini untuk menimbulkan keceriaan dan menarik minat anak-anak dalam belajar. Ada juga beberapa bangunan rumah tinggal yang berwarna mencolok dari lingkungannya. Ini untuk memberi identitas tertentu dan memudahkan orang yang mencarinya.

Masalah warna adalah masalah selera dan bersifat relatif. Begitulah warna yang selalu memberi warna bagi kehidupan manusia. Ada warna gelap, terang, cerah, buram, panas dan dingin. Semua bisa memberi rona bila dipadukan secara harmonis. Andaikan di dunia ini hanya ada satu warna, betapa membosankan hidup ini.

Kesimpulan

“Warna tidak bisa dipisahkan dengan dunia desain bahkan dari kehidupan kita sehri-hari. Warna dapat membentuk ekspresi jiwa dan keragaman bahasa komunikasi. Dengan adanya prinsip dan filosofi warna, kita bisa mengimplementasikan karya desain dalam berkomunikasi secara visual.

Setiap warna menimbulkan kesan yang berbeda-beda. Dengan memahami berbagai hal mengenai warna akan memudahkan kita untuk mendapatkan pandangan yang tepat mengenai tata warna itu sendiri. Sebab nuansa warna yang ditimbulkan oleh warna itu sendiri sangat banyak macamnya dan kesan yang ditimbulkanpun sangat beragam. Dari berbagai macam warna yang ada, sebagai warna yang paling dasar adalah merah, biru, dan kuning. Dari ketiga warna tersebut dapat dirubah menjadi beribu-ribu macam warna dengan mencampurkannya dalam perbandingan-perbandingan tertentu sesuai dengan macam warna yang diinginkan.”

47 Aturan Mendesain LOGO “???”

Posted: September 12, 2011 in Desain Grafis

Logo adalah perwakilan secara visual sebuah perusahaan bisnis atau organisasi yang membentuk pondasi identitas korporasi. Logo adalah sebuah nama, simbol, lukisan huruf (monogram), emblem, merk dagang, atau alat grafis lainnya yang didesain untuk kemudahan dan mendifinisikan pengenalan oleh target konsumen dari sebuah perusahaan.

Sejarah singkat tentang logo

Desain logo mempunyai akar sejarah pada negeri Yunani kuno dengan penggunaan lambang yang terdiri atas satu atau dua huruf. Hal ini umumnya mewkili inisial nama seseorang atau tempat untuk digunakan sebagai alat tulis atau tanda simbol. Pada waktu sebelumnya mata uang koin Yunani dan Romawi melahirkan logo dari mistar atau kota.

Selama pertengahan, logo serupa banyak terlihat pada penggunaan hiasan gereja dan keperluan komersil. Pada abad 13, penggunaan bentuk simbol sederhana ini telah meningkat pada merk dagang untuk jual beli. Contoh awal desain logo ini termasuk tanda untuk rumah pejabat, pandai emas, pembuat kertas dan kebangsawanan. Pada tahun 1700an, tiap-tiap pedagang produsen distributor dan pengecer punya satu merk dagang atau cap.

Revolusi industri mengakibatkan satu keuntungan dramatis pada nilai da kepentingan dari sebuahmerk dagang. Pada tahun 1900an, dengan adanya kemunculan dari korporasi nasional dan internasional, merk dagang mulai berubah menjadi lebih dari sekedar sebuah simbol, menggunakan desain sistem yang lebih besar untuk menyatukan komunikasi, untuk memenuhi tujuan yang sudak diidentifikasi.

Sekarang, logo perusahaan telah menjadi wajah dari bisnis dan ekonomi kita. Masyarakat umum telah menjadi sangat mau merespon terhadap logo, arti logo, dan apa yang diimplementasikan. Karena perbedaan produk dan jasa tersedia, kebutuhan untuk inovatif dan kepahaman identitas desain logo dan perusahaan adalah pusat kesuksesan sebuah perusahaan. Seringkali logo dibuat dengan dimulai dari brief dan penelitian barulah kemudian membuat sketsa logo kemudian barulah mendesainnya di komputer melalui software vektor seperti artikel membuat logo dengan CorelDraw.

47 Aturan Membuat Desain Logo

  1. Tidak boleh menggunakan lebih dari 3 warna.
  2. Hilangkan semua hal yang tidak perlu atau tidak penting dalam logo tersebut.
  3. Tulisan harus bisa dengan mudah terbaca, gunakan ukuran dan font yang sesuai.
  4. Logo dibuat harus bisa dikenali dengan mudah, biasanya menggunakan bentuk sederhana.
  5. Buat logo dengan bentuk dan layout yang unik.
  6. Lupakan apapun yang dipikirkan oleh orang terdekat Anda, ingat Anda membuatnya untuk siapa.
  7. Buat lebih dari 3 (tiga) opsi pilihan dengan karakter yang berbeda.
  8. Tidak boleh mengkombinasi logo yang sudah ada apalagi terkenal dan melabelnya menjadi karya sendiri.
  9. Tidak boleh menggunakan clipart / gambar kartun yang sudah punya arti sendiri sebelumnya.
  10. Logo harus bisa dibuat menjadi warna hitam putih tanpa menghilangkan bentuk asli logo berwarna.
  11. Logo harus bisa dipastikan bisa dikenali walaupun dengan warna yang dibalik (invert).
  12. Logo harus bisa dikenali ketika diubah ukurannya, terlebih dengan ukuran terkecil ketika dipakai pada produk tertentu.
  13. Jika logo terdiri atas ikon atau simbol tertentu, termasuk tulisan, letak harus bisa dikatakan bahwa mereka saling berlawanan / komplemen / berbeda satu sama lain.
  14. Hindari penggunaan tren logo terbaru, buat logo bisa dipakai sepanjang jaman.
  15. Jangan menggunalan efek spesial (masih boleh coba dihindari jika menggunakan gradasi, bayangan, efek cermin, dan cahaya berpendar).
  16. Sesuaikan layout logo berbentuk segitiga jika memungkinkan, hindari possible, hindari layout yang tidak dikenali secara bentuk visual (tak beraturan / abstrak).
  17. Hindari detail yang ribet, ruwet dan membingungkan.
  18. Pertimbangkan bagaimana logo akan disajikan dan tempat berbeda meletakkannya.
  19. Citrakan logo yang berani dan percaya diri / yakin, jangan dunakan yang lemah dan kusam / tumpul.
  20. Sadari bahwa Anda tidak membuat logo yang sempurna.
  21. Gunakan garis yang tebal untuk bisnis yang tajam, garis lembut untuk bisnis yang lembut, sesuaikan gaya / style dengan bisnis.
  22. Logo harus bisa mewakili apa yang ingin disampaikan dan dikomunikasikan.
  23. Sebuah gambar foto tidak dibuat untuk sebuah logo.
  24. Buat presentasi kepada konsumen anda mengejutkan dan berpikirlah diluar kotak untuk itu.
  25. Tidak boleh menggunakan jenis font / huruf lebih dari dua.
  26. Setiap elemen logo harus disejajarkan / diratakan. Rata tengah samping kiri, kanan, atas, dan bawah.
  27. Logo harus terlihat utuh, solid, tidak ada jejak yang tidak perlu.
  28. Cari tahu siapa saja yang akan melihat/menikmati logo tersebut sebelum anda berpijak untuk memikirkan ide desain logo.
  29. Selalu pilih kegunaan / fungsi daripada inovasi.
  30. Jika nama / brand dikenali dan diingat, buatlah itu menjadi sebagai sebuah logo.
  31. Logo harus dikenali ketika dibuat efek mirror atau dibalik kiri/kanan/atas/bawah.
  32. Meskipun sebuah perusahaan yang besar sekalipun membutuhkan logo yang kecil/sesuatu yang mudah.
  33. Semua orang harus suka logo tersebut, tidak hanya yang memakai tetapi juga yang sekedar melihatnya.
  34. Buatlah bervariasi. Lebih bervariasi, semakin Anda mendapatkan logo yang tepat.
  35. Logo harus dipakai secara konsisten dalam segala kegunaan yang berbeda. Warna, bentuk, atau hal semacamnya. Kondisi atau keadaan logo terlihat sama.
  36. Logo harus mudah dideskripsikan / dijelaskan maksudnya.
  37. Tidak boleh menggunakan tulisan / kalimat sebagai sebuah logo.
  38. Buatlah ide desain menggunakan sketsa gambar terlebih dulu menggunakan kertas dan pensil kemudian anda bisa bernjak untuk membuatnya menjadi logo digital memakai komputer.
  39. Tetap gunakan logo yang sederhana.
  40. Jangan gunakan simbol globe dunia.
  41. Logo yang dibuat tidak boleh mengacaukan / mengalihkan fokus (distract).
  42. harus jujur terhadap apa yang ingin disampaikan dan apa yang diwakili, tidak dibuat-buat menjadi sesuatu yang bagus tapi tak mewakili artinya / tidak sesuai.
  43. Logo harus seimbang secara visual, keseimbangan dalam nirmana juga.
  44. Hindari menggunakan cahaya warna yang terang/menyala, neon/berpendar, gelap dan kusam.
  45. Master logo digital dibuat dalam format vektor agar proses perubahan ukuran tidak berubah (bitmap akan blur ).
  46. Jika sudah deal dalam desain logo, bila memungkinkan buatlah rangkaian tata cara membuat logo tersebut menggunakan software desain grafis tertentu, semacam tutorial. Hal ini akan memudahkan sepeninggal Anda untuk membuatnya ulang, disamping itu juga penikmat logo akan lebih mengenal logo jika itu diesebarluaskan.
  47. Logo yang dibuat tidak boleh melanggar satupun dari apa yang disampaikan diatas.

47 Aturan Membuat Logo

47 Aturan Membuat Logo

Apa yang membuat logo menjadi menarik dan bagus? Merk dagang harus mencitrakan pada bentuk yang paling sederhana pada karakteristik penting dari produk atau institusi yang diiklankan (Paul Rand).

Akhir-akhir ini saya menerima email dari teman-teman desainer dan beberapa siswa yang menanyakan tanggapan terhadap suatu desain Company Profile dan Identity Design yang sedang mereka kerjakan. Banyak dari email tersebut pada umumnya di dasarkan sekitar pertanyaan : ‘Font apa terlihat lebih baik?’ atau ‘Menurut Anda mana yang lebih baik untuk hal ini, tipeface ringan atau tipeface berat / heavy?’

 

Pertanyaan-pertanyaan ini membuat saya berpikir ulang tentang cara saya mengerjakannya dan membuat pilihan, secara lebih rinci kenapa saya menetukan pilihan tipeface yang pasti ketika memadukan sebuah tipeface / jenis huruf dengan suatu desain tanda logo atau simbol, membuat desain logo. Lanjutkanlah membaca beberapa tips dan metode berikut untuk membantu menentukan tipeface yang lebih relevan dan cocok untuk suatu tanda logo dan menyeluruh memperbaiki keputusan tipografi Anda.

Catatan : dibawah ini dapat juga juga diartikan kedalam semua elemen tipografi

Ketahui Sejarah Anda

Memilih suatu tipeface font yang pantas dan relevan untuk suatu desain logo dimulai dasar pemahaman sejarahnya (yang seringkali lebih kepada suatu pengakuan).

Seorang type designer / desainer font [yang baik] menciptakan suatu tipeface tidak hanya sekedar menjadi sesuatu yang indah dilihat. Kualitas tipeface itu sendiri dirancang untuk cocok pada jaman tertentu atau gaya pada jamannya dan cocok pada medium yang spesifik. Daripada menceritakan sejarah tipeface untuk artikel ini, disini ada beberapa artikel dan buku untuk penjelasan lebih lanjut dan pembelajaran.

Saya tidak mengatakan bahwa Anda perlu untuk mengetahui semuanya yang ada pada artikel tersebut mengenai setiap tipeface yang ada, tetapi melakukan beberapa pekerjaan rumah tersebut akan membawa Anda pada suatu cara yang membutuhkan waktu yang lama ketika memilih solusi tipeface font terbaik untuk desain logo Anda.

Dapatkan suatu rasa pada kurva dan bentuk

Lain waktu ketika Anda memilih suatu font, cobalah untuk memperbesar tampilannya (zoom in) kemudian analisa kurva dan bentuk dari suatu tulisan sample.

Mari kita bandingkan huruf kecil ‘A‘ pada FF Absara dan Bienetresocial (free font); huruf A dengan tipeface Absara mempunyai kurva yang lebih tajam dan lurus pada perbandingan dengan Bienetresocial yang memiliki kurva melingkar (rounded). Bentuk tulisan -letterform Absara terlihat untuk muncul berpahat, sedangkan Bienetresocial terlihat lebih mengalir dan halus.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Jadi apa yang dapat dilakukan dengan mengetahui hal di atas pada saat memadukan logo dengan tipeface? Baiklah, suatu desain logo dengan sudut yang drastis dan penjuru mungkin akan terlihat lebih baik dipadukan dengan Absara karena secara mimik rupa tipeface Absara lebih terlihat punya karakteristik yang mewakili logo tersebut, sementara itu desain logo yang mempunyai tipikal sudut yang melingkar atau tumpul akan terlihat lebih baik bila dipadukan dengan Bienetresocial.

Juga, banyak desainer logo yang akan merancang ulang desain atau memodifikasi tipeface yang sudah ada untuk membantunya mendapatkan paduan logo dan rasa yang lebih cocok.

Kepribadian

Sama seperti ketika Anda menentukan musik, mobil dan desain rumah, harus sesuai dengan kepribadian Anda bukan? Mari kita lihat Public Gothic (free font). Sebagaimana desainer menyatakan kepribadiannya adalah ‘sedikit keindustrian atau sedikit vintage’. Sekarang mari kita lihat penggunaan Public Gothic pada penggunaan yang baik (tidak berhubungan dengan logo namun untuk tujuan contoh).

Dibawah ini merupakan website Happy Cog’aoke yang didesain oleh Happy Cog, menggunakan Public Gothic sebagai masthead (kepala surat kabar atau headline) Happy Cog’aoke mereka.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Tipeface atau elemen desain pada website mereka saling berkomplimen satu sama lain dengan baik. Kepribadian ‘industial vintage’ dari Public Gothic berjalan baik dengan tekstur latar dan garis mirip kotak sirkuit dipakai pada website tersebut. Sebuah kemenangan kombinasi dari keseluruhan tampilan website yang hebat.

Pikirkan tentang tampilan / rasa –display and feel dari pasar -target market klien Anda, dan keseluruhan impresi yang ingin Anda coba berikan dengan logo Anda kemudian padukan hal tersebut dengan kepribadian/ personality tipe font (termasuk juga permainan kata-kata yang ada didalamnya). Jika anda pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk menentukan kata kunci yang mirip diantara target market, tanda / simbol, dan atau tipeface maka pasti ada disuatu tempat -sesuatu hal yang perlu disesuaikan, dibuang dan dimodifikasi. Sebenarnya inilah maksud dari ilmu grafis.

Kontras

Kontras adalah sesuatu yang penting dalam suatu desain, dia memberikan perbedaan-perbedaan dan emphasis dimana dia dibutuhkan. Cobalah untuk memadukan tanda atau bentuk yang lebih tebal -lebih mencolok dengan tipeface yang lebih kurus untuk menambahkan atmosfir, ruang dan atau tegangan.

Sebagai contoh, identitas baru untuk Armani Exchange (A|X) menggunakan sebuah kombinasi antara kotak yang tebal, padat, dan tegas dengan sebuah tipeface yang memiliki kontras yang baik dengan garis tipisnya untuk menambah kontras pada tegangan kotak dan garis lebih tebal untuk menambah hubungan relasi pada kotak hitamnya.

Ini juga merupakan contoh yang baik dari memberi perhatian pada shape dan form, sebagai sebuah hal yang lurus, panjang dan horisontal, Serif berdiri tegak lurus dengan garis dari kotak. Yang membawa kita pada kesamaan point selanjutnya.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Kesamaan

Pada kontras (sekali lagi, termasuk juga permainan kata-kata) pada hal di atas, cobalah untuk menyeimbangkan berat tanda logo kepada tipeface yang terpilih untuk menciptakan hubungan relasi yang lebih kuat.

Mari kita lihat pada contoh identity Exact berikut. Garis pada simbol ‘sama dengan’ (=) sama tebalnya dengan ketebalan bentuk huruf pada tulisan exact. Hal ini menciptakan keseimbangan dan sekaligus hubungan relasi antara dua elemen desain yang saling terpisah satu sama lain dan bekerja untuk membawa mereka bersama-sama. Sebagai ganti tegangan kita sekarang mempunyai keseragaman elemen.

Cara Memadukan Desain Logo dengan Font

Readability

Ketika mendesain untuk setiap medium atau subjek, Anda harus tidak membiarkan suatu gaya / style menghalangi desain. Lebih pentingnya, style tidak boleh merintangi usability, dan dalam kasus ini adalah readability dari suatu tipeface.

Pilihlah logo yang tidak hanya bagus digunakan pada ukuran yang besar saja, dia harus juga prima dalam ukuran kecil. Pastikan dia terlihat bagus secara sempurna pada ukuran font 18-point di layar monitor Anda, tetapi ingat bahwa logo seringkali muncul pada sudut yang sempit atau pada business card, dia membutuhkan kemampuan keterbacaan pada ukuran yang sangat kecil.

Ketika menguji suatu tipeface, jangan lupa untuk menyusutkan ukuran mereka pada layar monitor sebagai langkah tambahan saat mencetak mereka pada ukuran kecil. Jika dia susah dibaca maka sangat mungkin bukan merupakan solusi yang terbaik.

Terakhir, dua pemikiran

Bertentangan dengan hal-hal di atas, dalam ilmu grafis suatu logo sudah seharusnya tidak dibuat berdasarkan suatu tanda atau simbol. Banyak diantara logo yang paling sukses adalah mereka yang memakai logo berbasis tulisan (logotype) yang mudah diingat sekaligus indah yang menampilkan tipeface atau desain custom type.

Kedua, hal-hal di atas dalam memadukan font tidak hanya terkait dengan logo dan tanda simbol. Banyak dari tips-tips di atas dapat juga digunakan pada kesemua bentuk tipografi -untuk menentukan headline untuk sebuah artikel, sebagai contoh, adalah teknologi atau cara untuk menentukan hierarki suatu buku bertemakan burung.

Tidak untuk dikatakan, Anda harus memulai untuk mendesain tipeface atau sekedar mengetahui bagaimana cara untuk mengidetifikasi setiap tipeface pada market, tetapi untuk mempunyai pemahaman yang kuat pada tipografi, aturan main, dan sejarah akan membawa Anda dan hasil desain Anda pada perjalanan yang panjang.